miris

Miris

Ada pemandangan berbeda setiap malam Minggu di jalan aspal berlobang depan tempat kerja. Pemandangan pertama lumayan ramenya orang yang berlalu lalang, pemandangan kedua banyaknya gerombolan kuda besi berbagai merk dan jenis yang di tunggangi para abegeh dan abebeh yang juga sama tak mau ketinggalan ikut menyemarakan.

Tidak….. Tentu tidak ada yang salah dengan semua ini, maklum malam Minggu bagi sebagian orang katanya, malam panjang dan sangat wajar untuk di nikmati oleh mereka termasuk para abegeh dan abebeh.

Namun,,,,, Dari semua kewajaran itu ada pemandangan yang membuat saya dan seorang teman merasa miris melihatnya pada malam Minggu kemarin.. Betapa tidak miris, melihat tingkah sebagian dari mereka yang berboncengan dengan pasanganya memposisikan c abegeh cewe di depan, abegeh cowoknya di belakang serta pakaian yang di kenakan c abegeh cewek juga sangat minim hanya kaos tanpa kerah dengan celana super pendek. Iya memang itu haknya, hak mereka atas diri mereka tak merugikan orang lain. Saya dan temanpun tak punya hak atau kuasa untuk melarang, bahkan sekedar untuk menegur juga tidak punya kerenanian, karena jaman sekarang ini katanya setiap orang bebas untuk berekspresi.

Tapi menurut kami berdua tingkah mereka sudah di luar kewajaran saat melihat tangan c abegeh cowok yang di bonceng, tangan kananya mendekap erat bagian b*** ***a c abegeh cewek dan tangan kiri juga aktif di bagian kedua s**********g, itu di lakukan di jalanan umum yang notabene banyak orang melihat, bukan hanya sekedar kami berdua.

Salahkah kami saat mengatakan ulah mereka itu sudah tidak wajar ?. Atau mungkin kami yang produk jadul jadi mengambil kesimpulan seperti itu. Dimana dulu saat kami seusia mereka jangankan untuk bertingkah seperti itu, sekedar ngobrol berdua saja harus di tempat terang atau ada orang ke tiga yang menemani. Yang di takutkan karena syetan itu selalu berusaha untuk menggoda dengan tujuan menjerumuskan manusia ke jalan hina menggiring ke lembah nista, untuk berbuat dosa.

Tidak ada hal yang kami perbuat hanya geleng geleng kepala melihat tingkah mereka. “Di depan umum berani bertingkah seperti itu apalagi di tempat tertutup”. Celoteh temen sambil memainkan sebatang sigaret di tangan kirinya.

Wajar dan tidak wajarkah ulah mereka, tergantung dari siapa yang melihat dan dari sudut mana menilai. Tapi bagi kami berdua, yang kebetulan melihat sungguh tidak wajar dan tidak bisa membenarkan ulah mereka. Karena tidak ada pembenaran di lihat dari sudut agama, begitu juga dari sudut budaya yang di agungkan, budaya timur yang menjungjung tinggi nilai nilai moral, akhlak dan etika.

Lantas pertanyaan besarnya “Siapa yang salah ?”.

Orang tuakah ?

Gurukah ?

Pendidikankah ?

Lingkungankah ?

Individunyakah ?

Atau apa ?

Pembelajaran yang kami dapat dari pemandangan ini adalah untuk lebih dan lebih ekstra lagi memperhatikan sekaligus mengawasi anak terutama saat di luar rumah, baik itu anak perempuan ataupun anak laki laki. Bukan bermaksud untuk menggurui, meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan sebelum terjadi hal hal yang merugikan semua pihak, tidak ada salahnya.

Ada pribahasa mengatakan “karena nila setitik rusak susu sebelanga”. Aib bisa datang dari siapa saja termasuk dari anak sekalipun. Sudah banyak cerita tentang aib yang menimpa satu keluarga karena ulah seorang anak.

Menurut anda dalam kasus seperti ini siapa yang salah ?

Atau wajarkah perilaku seperti itu ?

Nb : maaf tidak ada maksud menyudutkan siapapun dalam post kali ini. Ini hanya post yang berdasar pada pemandangan mata semata..

wasallam.

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

39 Responses to miris

  1. anislotus mengatakan:

    smoga saya dijauhkan dari pergaulan sperti ituu…. masih abegeh juga soalnya… hehe

    itu mah udah beneran nggak wajar mas…
    dan menurut saya, kembali lagi pada keluarganya….. soalnya pelajaran pertama yang membuat pondasi dan benteng untuk orang itu adalah orang tua, selanjutnya baru lingkungan…..

    • uyayan mengatakan:

      amin amin…
      saya yakin anis gak akan seperti mereka…

      iya benar juga keluarga sangat berperan penting dalam membentuk karakter anaknya…

  2. Ni Made Sri Andani mengatakan:

    waduhh .. kelewatan juga yah..

  3. sulunglahitani mengatakan:

    anak2 muda zaman skrg udah pada terdegradasi moralnya
    sbnarnya, kmbali k orang tua dulu doong

  4. cumakatakata mengatakan:

    ini yang sangat ditekan dan terus diingatkan oleh bapakku gan….

    jaman udah semerawut….

  5. tiara mengatakan:

    jaman semakin jauh dari syariat yang ada, tanda-tanda akhir jaman😀

    gitu itu mah yang penting enak, masa mikir malu kang. mereka mikirnya itu dosa-dosa mereka (kalau masih mikir dosa), peduli apa kata orang. efek jauh dari agama dan menyerap hal-hal yang tidak sesuai dengan budaya Timur tanpa filterisasi.

    • uyayan mengatakan:

      iya Tiar…
      emang pemikiran yg muda banyak yang seperti itu, maksudnya “bagaimana entar saja”. harusnya di balik jadi “entar bagaimana?” kalo mikirnya ntar bagaimana, pasti akan berpkir lebih ke depan, pasti akan memikirkan akibat dari perbuatanya saat ini.

    • uyayan mengatakan:

      miris aja gan… membayangkan tingkah mereka saat hanya berdua… entah mungkin saya yg norak jadi berpikiran yg negatif.. masalahnya di depan umum saja berani bertingkah seperti itu apalagi kalau d tempat sepi hanya berdua…
      tapi itu hanya pikiran saya mungkin lain dg gan Bim …

      oke siap,,,,,

  6. Idah Ceris mengatakan:

    idah sangat berharap, cewek-cewek abegeh banyak yang baca tulisan ini.🙂
    sebenarnya semua itu tergantung pada individu masing-masing, mas kuya?

    saya yakin orang tua mereka sudah mendidik dengan benar, mas. mungkin semua itu juga karena pengaruh lingkungan, teman, media dll. kita tidak berhak menegurnya kalau kita bukan siapa-siapa mereka.🙂

    saya kadang juga merasa kasian juga kalau ada cewek yang memakai celana pendek sekali, karena selain tidak diperbolehkan dalam agama kita, kasian juga orang tua dan orang yang didekatnya.

    • uyayan mengatakan:

      setuju Id,,,, mungkin gak akan ada orang tua yang ingin anaknya bertingkah seperti itu.. iya banyak faktor yg bisa mempengaruhinya… iya Id, makanya saya biarkan saja…

      iya Id, tapi ntah kenapa semakin kesini malah saya lihat justru bukan hanya abegeh saja yg suka mengenakan celana super pendek saat sedang mengendarai matic malah wanita dewasa juga banyak…

    • uyayan mengatakan:

      mungkin aja Id…..

  7. yisha mengatakan:

    ngga bisa baca yang pake ******* ……….. 🙂

  8. bensdoing mengatakan:

    itulah jaman sekarang……para ortu harus ekstra keras menjaga anak2nya dari pergaulan yang tidak baik….

    *ikutanmiris

  9. ilhammenulis mengatakan:

    iya kang.. udah ngeri ya pergaulan sekarang.

    untung di daerah saya gak separah itu🙂

  10. Ely Meyer mengatakan:

    sudah separah itukah sikap ABG jaman sekarang ? saya hanya membayangkan bagaimana reaksi ortu nya andai tahu apa yg dilakukan anak anaknya

    ttg salah siapa , belum bisa jawab mas, rasanya banyak faktor yg mempengaruhinya

    • uyayan mengatakan:

      sebagian mbak, dan kebetulan saya bersama seorang teman melihatnya. dan lagi ini hanya kota sebuah kecamatan..

      gak bisa membayangkan bagaimana reaksi ortunya, karena saya yakin tak satupun ortu yang menginginkan anaknya berbuat seperti ini.

      ada pemandangan lebih parah lagi mbak yg di lihat oleh seorang teman, sama masih tentang abegeh.

      • Ely Meyer mengatakan:

        wadew… ternyata ada yg lbh parah lagi, dan lagi lagi ABG, usia yg msh sangat labil, sgt mudah dipengaruhi baik teman dan lingkungan

        ngeri dan miris memang ya mas, jadi was was kalau punya anak perempuan , ngeriii kalau sampai terjerumus sampai begitu dan ortunya tidak tahu

  11. Hijihawu mengatakan:

    Di tempat saya juga sering terjadi hal seperti itu Kang. Hanya saja, saya termasuk mereka yang suka menegur secara tidak langsung. Sambil lewat, saya klakson panjaaanggg, sambil menajamkan pandangan ke arah mereka. Atau berdiri saja, biar mereka tahu, saya bukan jin. Hehe. Ada yang merasa terusik, ataupun cuek saja. Bagaimanapun, ada hal-hal yang harus dijaga terutama dari pandangan anak-anak.

  12. Opick mengatakan:

    Huaduh sungguh terlalu (kata Bang H.Roma),
    biarin aja sob, palingan bentar lagi ente denger atau lihat berita aborsi.
    jaman emang udah akhir, perbanyak istighfar dan ibadah serta amal sodaqoh biar kita selamat dunia akherat.
    Aamiin.

  13. diffaimajid mengatakan:

    walah eta mah bahaya….mun aya saya weh geura……pasti miluan #eh

  14. jayireng mengatakan:

    Yang salah mata Kang Yan, kenapa waktu melihat tingkah mereka berdua diem aje, harusnya lempar tong sampah ke mereka.
    Bruakakak😆

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: