berburu sukses

Berburu sukses

Di post terdahulu pernah di tulis tentang perburuan yang tidak membuahkan hasil. Dengan judul berakhir di kandangsapi.

Sabtu 2 Juni kembali berburu bakalan burung yang masih bayi anak. Perburuan kali ini hanya berdasarkan informasi sepintas yang saya terima. Info yang masuk minim sekali, hanya nama orangnya dan nama kampungnya saja. Tapi walaupun begitu perburuan di lakukan.

Start dari tempat kerja jam 11.00, seperti biasa c Jupylah yang sexy yang menemani. Langsung tarik gas Jupypun melaju lumayan agak kencang, berlenggak lenggok di keramaian jalanan yang lumayan mulus. Nyalip kanan dan kadang ke kiri juga , padahal tau salah eh nekad juga hehe. Maklumlah karena di kejar waktu jadi ya…… agak gak sabar kalau ada kendaraan lain di depan langsung libas aja.

Sampai di pertigaan jalan menuju Kampung yang di tuju, Jupypun tak lupa berkedip genit menoleh kearah kanan. Kemudian masuk jalanan sempit tapi beraspal yang masih agak mulus, terpaksa banyak injak rem dan menurunkan betotan gas karena banyaknya polisi tidur. Selain itu jalanan nanjak, turun di lengkapi dengan belokan belokan yang tajam, serta jurang di pinggir jalan yang kadang di kiri atau di kanan jalan, ikut juga menyemarakan kondisi. Sehingga membuat para pengguna kendaraan harus lebih berhati hati.

Jupy terus melaju sampai menjumpai satu warung, jupypun berhenti. Dengan bermodal goceng untuk membeli minuman aksi mengorek keterangan di mulai. Pertanyaan pertama untuk c mpunya warung “Maaf Teh, kenal gak dengan yang namanya Arif?”. “Arif yang mana yah ?” yang punya warung malah balik bertanya. “Arif yang suka menjual burung Teh”. Saya sedikit memberi info.” Oh kalau Arif itu rumahnya masih jauh, terus saja jalan sampai di ujung aspal, terus belok kanan, sampai di lapangan belok kanan lagi”. Jawabnya bersemangat. Setelah mendapat info saya melanjutkan perjalanan, tidak lupa berterima kasih dulu sebelum berangkat. Dadah Teteh….

Benar kata c Teteh tadi, ujung aspal sudah terlewati C Jupy terus berjalan. Tapi kho lapangan belum ketemu juga. Merasa takut nyasar , saya kembali bertanya ke salah seorang  warga di sana yang kebetulan saya jumpai. Info di dapat kembali melanjutkan perjalanan dan ahirnya lapangan yang di maksud c Teteh ketemu juga, terus belok kanan , tidak begitu lama rumah sdr Arif berhasiil juga di temukan. Lumayan perjalanan yang agak jauh juga, dan ternyata belok kananya sampai empat kali, bukan dua kali seperti penuturan c Teteh tadi. Kali ini c Teteh salah, member info kurang akurat, tapi di maklum salah juga karena ini kepentingan pribadi, jadi tidak begitu pengaruh. Jelas beda pengaruhnya kalau di banding dengan kepentingan umum, seperti para pengambil keputusan yang suka saling lempar tanggung jawab kalau sudah ketahuan belangnya. contohnya kasus Hambalang.

Di awali ucapan salam saya kemudian menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan saya ke rumahnya secara singkat tapi jelas. Gak usahlah seperti para wakil yang suka berbelit belit, bikin pusing bin lieur. Sdr Arif-pun manggut manggut sepertinya dia mengerti. Kemudian menjawab “Kalau yang masih bayi anak itu bukan punya saya tapi punya temen”. Jawabnya singkat padat dan jelas. “Okelah tidak masalah punya siapa juga yang penting mau di jual apa tidak ?”. Komentar saya.

Sebentar Sdr  Arif pamit, mau menayakan ke c mpunya bayi anak burung tadi.

Tak lama berselang Sdr Arif kembali bersama seseorang  lupa saya tak menanyakan namanya dengan menengteng sangkar munggil yang di dalamnya menclok seekor bayi anak burung lucu bertengger dan bersuara dengan suara khasnya bayi anak burung. Cit ciitttttt ciiiittttttt………..

Yah ini yang saya cari, dalam hati saya berkata seperti itu.

Lagi lagi karena di buru waktu, segeralah bernegoisasi. Negoisasipun berjalan cepat serta menghasilkan kesepakatan bulat tidak gepeng atau lonjong tapi bulat.

Setelah melakukan pembayaran tak lama saya pamit.

Alhasil perburuan kali ini berhasil, dengan bukti bisa membawa pulang dua ekor burung. Yang satu masih bayi anak dan satunya lagi sudah ngoceh bener. Puas rasanya walaupun harus menemuh perjalanan panjang di bawah terik mentari. Terobati sudah dan tak sia sia perburuan kali ini.

Lagi ci Jupylah yang membawa saya pulang kembali ke tempat kerja, dengan aman dan selamat,,,, Alhamdulillah.

Kolot baheula sering berkata “Lamun keyeng tangtu pareng” dan itu terbukti dengan berhasilnya perburuan kali ini, itu berkat usaha dan perjuangan tanya sana sini ahirnya berhasil juga. Jadi kalau ada kemauan di situ ada jalan , hanya tinggal berupaya untuk mewujudkanya.

Berburu sukses…. Maaf Belda pinjem kata katanya hehe..

          dan terima kasih, kalau sudah mau membaca post tak penting kali ini. Mau berkomentar silakan, kritik dan saranpun saya terima.

wasallam.

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

29 Responses to berburu sukses

  1. Ping-balik: jalak suren asal kota kembang bandung | kang yan

  2. cumakatakata mengatakan:

    Alhamdulillah….
    sayakira kali ini berakhir di kandang banteng…

    ternyata berhasil MISI kali ini…. selamat ya A’

    btw tu burung mau dipelihara sendiri atau bagaimana A’?

  3. chuckybugiskha mengatakan:

    Selamat atas perburuannya.. Semoga peliharannya bisa beranak pinak yang banyak dan memberikan nuansa keceriaan..

  4. jayireng mengatakan:

    Biasa Kang lah, kerjaan sibuk we yeuh.
    Sehat Kan/?

  5. Ni Made Sri Andani mengatakan:

    Burung apa sih sampai segitunya amat perburuannya, Kang? he he..seru habis!

    • uyayan mengatakan:

      sebenarnya burung yg di buru itu hanya burung ciblek, tapi yang masih anakan Made,disini agak susah kalau yg anakan yg banyak hasil jebakan..

  6. Dhafian mengatakan:

    Sama seperti teman saya nih hobinya,,…

  7. jayireng mengatakan:

    Bruakakakak… Kirain apaan, tau nya masalah burung piyik haduh…
    Ini Kang Yan ada2 aje🙂
    Bruakakakak

  8. Ida Ratna Isaura mengatakan:

    wahhh. . . suka burung juga ya kak😀

    emang cowok2 itu banyak yang suka burung

    dulu teman saia pas KKN juga dibela2in beli burung teuz di taruh di teras tempat tinggal pas KKN😀 hehehe. . . .

    penyayang binatang itu baik.🙂 sama binatang ajah sayang, apalagi sama manusia😀

    • uyayan mengatakan:

      iya ne Isar lagi suka burung lagi… dulu sempat suka terus pakum beberapa lama karena kesibukan. sekarang kembali suka karena kesibukan mulai berkurang..

      terus burung temenya di kemanain ?

      ya semoga saja apa yang di katakan Isar benar adanya…

  9. Idah Ceris mengatakan:

    untung ada si jupy. . .😆

    jadi pingin lihat si bayi. ..😆

  10. bensdoing mengatakan:

    akhirnya dapat juga yach gan….🙂

  11. Evi mengatakan:

    Mana foto burungnya Kang. Kasih kenalan dong dng kita2 disini

  12. Ely Meyer mengatakan:

    terus terang saya lebih suka burung yg terbang bebas, nggak dikurung, soalnya burung punya sayap khan gunanya untuk terbang, kalau dikurung berarti burungnya dipenjara dong ?😦 😦 😦 😦

    • uyayan mengatakan:

      iya mbak,,, saya juga sama… tapi bedanya kalau disini (di tempat saya) untuk menikmati suara ocehanya sudah tak mungkin bisa mendengar di alam bebas. jadi dengan sangat terpaksa ya harus di sangkar mbak..
      beda dengan di tempat mbak El, yg sering mbak ceritakan walau secara tidak langsung di post post mbak..

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: