kata

Kata

Hanya satu kata, tapi kata walaupun hanya di ucapkan satu kata bisa berdampak lain dan hebat, bisa membahagiakan, bisa juga jadi awal dari penderitaan, bisa membuat orang tersenyum, bisa juga membuat orang cemberut, manyum, sakit hati, dendam, marah, kecewa wah pokonya bisa, bisa, bisa, banyak deh.

Kalau boleh mencontohkan kata “cantik”, cukup satu kata saja tapi saat mengatakanya, pandangan mengarah pada seseorang yang berparas cantik atau biasa saja dan maaf jelek sekalipun, pasti langsung atau tidak langsung akan berdampak pada seseorang tadi, yang di pandangnya. Mungkin kalau yang di pandangnya perparas cantik, dia akan tersenyum atau mungkin juga merespon dengan berkata “terima kasih”. Begitu juga dengan yang biasa biasa saja. Lain halnya sekali lagi maaf dengan yang berparas kurang cantik, responya bisa jadi “nyindir ya ? apa peduli lu, muka muka gue” sambil menatap nanar.

Nah apalagi kalau kata di rangkai menjadi kalimat dampaknya akan lebih dahsat lagi atau bisa juga sama saja dengan satu kata.

Kalau boleh contoh lagi, sekalipun gak boleh saya tetap maksa mencontohkan“ kalau saya jadi ……………………. saya akan menggratiskan biaya pendidikan, mensejahterakan petani, nelayan, buruh, dan terus nyerocos sampai berbusa busa”. Tapi ternyata setelah menjadi …………….. semua yang di janjikan itu tidak di tepatinya malah asyik menggerogoti uang Negara, menikmati pasilitas mewah, de es be. Di sini jelas kata yang di rangkai membuat kalimat mengobral janji yang tidak di tepati tadi, bisa di pastikan, rakyat yang pernah di janjikan akan merasa kecewa, kecewa, kecewa dan kecewa atau bahkan marah, marah, dan marah  besarpun bisa saja terjadi.

Atau seorang gadis yang terbujuk rayu rayuan maut seorang pria, hingga pasrah menyerah begitu saja, benteng pertahananya ambruk, iman terkikis ahirnya maaf sampai hamil di luar nikah. Minta tanggung jawab ci pria, eh prianya malah gak mau bertanggung jawab. Tak jarang kasus ini berahir tragis.

Awalnya apa ? tak lepas dari kata kata.

Orang sunda bilang “jalma, hade goreng ku basa”

Politikus kondang pernah bilang “mulutmu harimaumu” apa yang di kerjakan mulut, salah satunya mengucapkan kata kata.

jadi Yan (mengingatkan diri sendiri) jagalah mulutmu, jangan asal mengeluarkan kata kata (bicara), lebih baik diam dari pada bicara menyakitkan, menyedihkan, mengecewakan, membuat marah orang de es be lagi titik

post ini terinspirasi percakapan dengan seorang teman sesama pemancing tadi siang yang mendapat sms dari seseorang yang isinya menyinggung perasaanya. padahal sms itu hanya dua kata, tapi mampu membuat teman saya menjadi tersinggung berat.

Sekian post kali ini, biasa post yang tak pentinglah, tak usah di baca kalau emang tak mau membaca, kalau terlanjur membaca hanya dua kata “ hatur nuhun”

Mau komen silakan tak mau komen “harus” hehe… sorry, punten, maaf hanya bercanda…

Wasallam…

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

48 Responses to kata

  1. Ni Made Sri Andani mengatakan:

    Karena satu kata saja, dampaknya bisa sangat dahsyat. Apalagi banyak kata-kata ya…? Heheh.. pemikiran yang sangat cerdas..

  2. anislotus mengatakan:

    kata2 itu ibarat pedang…. harus hati2 makenya… hemm

  3. yisha mengatakan:

    ilham nya bagus ya? makasih ke temanmu deh….. haha🙂

  4. gandifauzi mengatakan:

    Memang, ‘kata-kata’ punya keajaibannya sendiri,😀

  5. 'Ne mengatakan:

    dan katanya kata juga adalah doa, maka dari itu kita hendaknya berhati2 dalam berkata, jangan sampai itu malah jadi bumerang bagi diri sendiri..

  6. bensdoing mengatakan:

    sebuah kata memang setajam silet yang gan…🙂

  7. gamat luxor murah mengatakan:

    memang perlu kehati-hatian …

  8. Hijihawu mengatakan:

    Berkata seperti melempar bumerang, dampaknya akan kembali pada kita sendiri.🙂

  9. Ely Meyer mengatakan:

    jd penasaran sms yg dua kata itu apa ya, kok sampai bisa menyinggung perasaan yg menerimanya

    • uyayan mengatakan:

      katanya biasa aja mbak El, cuma “sentimen ente”.
      hanya saja sms itu di kirim di waktu yang tidak tepat…
      ceritanya lumayan panjang kalau di tulis hehe…

      • Ely Meyer mengatakan:

        mungkin biasa kata kata itu bagi org yg ngirim tapi nggak biasa bg yg nerima ya mas, nerimanya pas dlm waktu yg nggak tepat lagi

        • uyayan mengatakan:

          ya begitulah mbak. yg ngirim sms pengelola empang di satu pemancingan, sedang teman saya sedang mancing di pemancingan lain.. padahal kata teman dia itu gak punya utang sepeserpun sama peneglola empang tadi. jadi menurutnya ya bebas bebas saja mau mancing ke,mana juga karena gak punya sangkutan…

      • Ely Meyer mengatakan:

        begitu ya ceritanya, susah juga ya, emang sebenarnya sih bebas ya org mau mancing di mana saja suka suka org tsb

  10. Citra Taslim mengatakan:

    menjaga lisan memang berat kang…
    terimakasih sudah mengingatkan kang.

  11. Ida Ratna Isaura mengatakan:

    kekuatan kata2, dapat sangat membahagiakan, dapat sangat menyakiti🙂
    nice post🙂

  12. jayireng mengatakan:

    kata ku Kan Yan paling yahud masalah ginian wkwkwkkwk…..

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: