seorang teman

Seorang teman

Malam kamis itu langit tidak begitu cerah, hanya satu dua bintang yang nampak jauh di angkasa sana. Anginpun enggan berhembus, udara agak sedikit panas. Sesekali roda dua lalu lalang membelah gelap. Dari jauh ada bayang hitam mendekat terus mendekat dan ahirnya nampak sesosok muda yang tak asing lagi. Dia seorang teman.

Jabat tangan terus ngobrol ngaler ngidul, yah seperti itulah kalau ketemu. Sampai pada obrolan mengenai usahanya yang semakin hari semakin sepi. Sepi pembeli di tinggal pelanggan. Entah apa penyebabnya ko jadi seperti ini, katanya. Diapun tak lupa minta saran, harus gimana atau apa yang harus di lakukan sementara tanggungan hidupnya jadi bertambah dengan kelahiran anak pertamanya.

Dalam hal ini sayapun tidak bisa berbuat banyak hanya memberikan support agar dia jangan putus asa, jangan menyerah dalam perjuangan harus terus berusaha dan tetap optimis. Apalagi sekarang tanggungan sudah bertambah, berusaha harus semakin keras, adapun hasilnya bukan kita yang menetukan kita hanya sekedar berusaha untuk mencoba meraihnya. Pertebal rasa sabar dan tawakal minta dan berdoalah pada Yang Maha Kuasa agar hidup selalu di mudahkan, serta rizqi terus mengalir dari jalan yang halal.

“A kita harus bersyukur punya jalan usaha, orang lain tak semuanya punya. Kita hanya tinggal menjalankan dengan rajin dan tekun. Insya Allah buah dari perjuangan akan di rasakan manisnya.” Itu kata saya yang di amininya.

Dia kelihatan sudah tidak murung lagi seperti tadi waktu datang, ada sedikit raut ceria di mukanya. Mungkin karena beban yang dia pikul selama ini sudah bisa di tumpahkan denagn cara bercerita kepada saya. Tak lama diapun berkata “Iya, memang tak di pungkiri kita masih mending di banding mereka, terima kasih atas suport dan saranya”. Tak berselang lama diapun pamit.

Ada rasa lega setelah melihat dia kembali semangat, ternyata membantu itu tidak selamanya harus dengan materi dengan sunbangsih saran yang sederhana juga  toh bisa. Sebab ada kalanya kalau pikiran lagi ruwet tidak bisa berpikir jernih rasa putus asa yang lebih menonjol.

Malampun semakin larut gelap kian menyelimuti. Sunyi semakin terasa, kembali sendiri di malam kamis tanpa bintang itu.

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

28 Responses to seorang teman

  1. winwheng mengatakan:

    yang paling dibutuhkan oleh seseorang kala beban terasa berat membebani adalah adanya ‘pendengar’…

  2. Ni Made Sri Andani mengatakan:

    ya setuju banget. Bantuan tidak selalu berarti materi.. Menambah semangat teman justru sangat penting untuk membantu memulihkan kepercayaan dirinya kembali..

  3. Hijihawu mengatakan:

    Menyemangati teman, memang membahagiakan. Sedikit, namun sangat berarti.🙂

  4. elfarizi mengatakan:

    Intinya, kalau habis curhat sama teman, beban di pikiran akan lebih ringan ya, Kang🙂

  5. bmaster23 mengatakan:

    teman sejati selamanya😀
    mantab artikelnya sayang untuk di lewati.
    gan saya ada pos ting cara buat app mampir ya : http://bmaster23.wordpress.com/2012/04/28/download-buku-membuat-aplikasi-androidsederhana-gratis/

  6. hijaukubumiku mengatakan:

    Sahabat sejati akan mengerti ketika kamu berkata, ” Aku lupa “ met sore sob🙂

  7. Evi mengatakan:

    That’s friend for ya Kang Yayan. Walaupun kita tak bisa membantu secara materi, membangkitkan semangat adalah berkah yg besar yang bisa kita dpt dari seorang kawan🙂

    • uyayan mengatakan:

      iya Bu Ev harapanya seperti itu…
      terkadang hanya dengan membandingkan (maaf) dengan yang ada di bawah secara materi, itu sudah cukup memotipasi dan mensyukuri. tapi terkadang hal itu lupa kalau pikiran sedang tidak jernih..

  8. tunsa mengatakan:

    wah.. jadi tempat curhat ya..🙂
    terkadang mendengarkan itu susah loh kalo tidak bener-bener orang tersebut baik hati🙂
    salam

    • uyayan mengatakan:

      kadang kadang hehe..

      ada saatnya kita juga pingin di dengar, jadi gak ada salahnya mau mendengar hehe..

      kembali salam. terima kasih sudah mampir..

  9. bensdoing mengatakan:

    bahagia rasanya yach gan…kalo kita udah memberikan sesuatu yang bermakna buat orang lain🙂

  10. jayireng mengatakan:

    Mantafff…
    4 jempol dah kang ngacung nih.
    Eh 5 sekalian yg atu ngiri pengen ngaceng juga :uupsss:🙂

    Adakalanye kita idup perlu bantuan teman sodara atupun tukang becak. Dikala kita galau ( bahasa keren sekarang ) kita butuh suport dri mereka. Apapun itu bentuknye.
    Apalg duit ( *ketauan satpam matre )
    Heheee:mrgreen:
    Begitupun kita sebaliknye kasih suport ke orang, bisa jd temen curhat walaupun hari bisa mendengarkan mereka bersyukur sudah bisa menemani ke galauan mereka, apalagi kasih solusi ke mereka ea gak..!!
    ( *satpam ganteng ini lg bener )

    • uyayan mengatakan:

      haha…. kalo ngaceng itu pertanda pingin di masukin ..

      betul gan hal yang mudah saja terkadang tidak terpikirkan kalau lagi galau.. jadi bercerita tentang kegalauan itu tidak ada salahnya, asal pada orang yang bisa di percaya..

      wah kalau bicara duit jangankan kita,,,, para dewan di atas sana juga masih terus lapar bicara yang satu ini…

      coba kalau satpam ganteng ini bener terus, damai dapur,, eh inimah salah sarapan pagi dikit aja jadi bertingkah aneh… pantatlah segala di pelototin hehehe…..(ceuk kuring bari seuri)

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: