seberapa besar cinta si dia ?

Seberapa besar cinta si dia ?

Si Dia yang di maksud adalah pujaan hati yang berencana untuk di jadikan Istri/pendamping hidup. Tak mudah memang untuk menentukannya. Apalagi kalau ingin mendapatkan yang sempurna. Kesempurnaan merupakan barang langka di jaman sekarang ini, terlalu banyak criteria dan syarat yang menyebabkan kecilnya peluang untuk bisa mendapatkanya.

Dalam perjalanan yang terkadang panjang menuju jenjang pernikahan biasa di sebut masa papacangan pacaran. Masa ini merupakan masa masa indah yang mengisi relung hati bagi mereka yang sedang kasmaran, berawal dari datangnya satu rasa yang begitu aneh tidak bisa di bendung tidak bisa juga di hindari. Begitu indah dan merasa serba, serba dan serba mengenai si Dia. Lebih dari itu masa ini juga merupakan masa penjajakan yang harus di pergunakan untuk bisa mengetahui segala sesuatunya tentang si Dia tadi. Baik itu fisik, kepribadian, sifat dst. Menilai fisiknya pasti gampang karena si Dia nyata. Tapi untuk menilai di luar fisik tidaklah mudah.

Lanjut… Tapi tidak semua orang pernah pacaran dengan berbagai macam alasan hanya saya yakin mayoritas pernah merasakan indah atau getirnya. Betul tidak ?. Berpacaran sah sah saja selama dalam prosesnya itu lazim sesuai dengan budaya dan ajaran Agama.

Putus sambung atau mencari yang baru setelah di tinggalkan/di putuskan dengan alasan yang jelas adalah wajar namanya juga menjajaki. Kalau merasa tidak cocok mengapa harus di pertahankan ?
Di sakiti dan menyakiti adalah perasaan yang bisa timbul karena adanya alasan, tapi alasan bisa di rekayasa. Ini bahaya.

Wah kepanjangan di persingkat saja oke takut yang baca keburu jenuh, tapi semoga tidak hehe.


Pengalaman..

Mengetahui sejauh mana isi hati atau rasa cinta yang di miliki calon istri terhadap diri kita sebenarnya bisa sedikit di korek. Sarat yang paling utama adalah kejujuran, jangan pernah berbohong, katakan apa adanya tentang diri kita sekarang dan masa lalu. Jangan ada yang di tutup tutupi biarkan semuanya dia ketahui. Terutama sisi negative/kejelekan yang kita miliki di masa sekarang. Ini penting, harus di ingat serapih rapihnya menutupi kejelekan, suatu saat Insya Allah bakal ketahuan juga. Pertimbangan yang lain biasanya sifat negative sulit untuk di rubah, perlu waktu dan usaha. Karena pertimbangan tadi, lebih baik kita ungkapkan sekarang sebelum segalanya terlanjur.

Seandainya calon istri mau menerima kelebihan kalau ada dan kekurangan ini pasti seperti apa diri kita saat ini dengan kata lain mau menerima apa adanya, itu menandakan kesiapan Dia di masa yang akan datang. Artinya siap menanggung resiko yang mungkin timbul dari kebiasaan jelek kita. Tapi di sisi lain kita juga harus tetap berusaha untuk bisa merubah hal jelek tadi.

Kesiapan untuk bersatu dalam membangun rumah tangga itu perlu, mengingat menyatukan dua hati jadi satu hati, itu tidaklah mudah. Salah satu jalan untuk mempermudahnya yaitu saling memberi. Maka, memberikan informasi yang benar dan pasti tentang diri kita, jadi keharusan kalau kita berharap bahagia di kemudian hari setelah di persatukan dalam satu ikatan pernikahan.

Bisa saling menerima informasi yang di berikan dan menerimanya tanpa syarat tanpa paksaan dan iming iming, tulus dari lubuk hati yang paling dalam itu merupakan modal yang Insya Allah akan berbuah kebahagian kelak.

Satu hal lagi seandainya calon istri benar benar mencintai kita dengan setulus hati maka dia akan bersedia menerima apa adanya tentang diri kita. Jangan merasa takut untuk bicara jujur kalau memang jodoh pasti akan bersatu.

Maaf post kali ini bukan bermaksud untuk menggurui, ini hanya tulisan dasarkanya pengalaman admin. Setiap orang pasti punya cara berbeda untuk mencari tahu tentang sesuatu.

Cara anda bagaimana kawan ?..

Nb : Sampai sekarangpun admin masih beranggapan, kebahagian rumah tangga itu pondasi yang paling utamanya adalah rasa saling mencintai dengan tulus.

Advertisements

About kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

17 Responses to seberapa besar cinta si dia ?

  1. elfarizi says:

    masih panjang langkah saya menuju pernikahan … belum memikirkannya sekarang hehe 😀

  2. Ely Meyer says:

    kalau aku langsung minta mas, krn aku tidak bisa menilai sepenuhnya orang lain sebab hidup dengan yg lain secara horisontal, yg tahu persis yg di atas, berdialog vertikal di akhir sepertiga malam mas, akhirnya saya ditemukan dengan suami terbaik buatku 🙂

    • uyayan says:

      setuju Mbak.. lain orang lain cara walau tujuanya sama.. cara yang di tempuh oleh seseorang dan berhasil belum tentu juga akan sukses kalau di praktekan sama orang lain..

      turut bahagia mbak semoga Mbak sekeluarga selalu ada dalam kebahagian..

  3. degoelutfiah says:

    bagaiman dgn ta’aruf,,
    soalnya pada kenyataannya,banyak orang yang pacaran tpi kalo di tanya jawabnya “gak kok,cuma lgi ta’arufan” saking gk mawnya di sangka pacaran sama lawan jenisnya,,,

  4. Saya gak tahu apakah pernah di test atau tidak. Tapi saya tak pernah mengetes kadar cinta calon suami dulu. Karena sdh merasa klik dan dia ngajakin menikah yah jalan saja…Hehehe..sederhana ya..Untung gak salah pilih..Tapi yang ingin saya katakan adalah, cinta itu tak perlu ditest..Yang perlu dilakukan hanyalah membawa serta hati nurani, bertanyalah kepadanya, apakah orang ini cocok untuk menemani kita mengarungi hidup. Hati nurani yang biasa bicara dan didengarkan, biasanya jarang salah. Aku percaya bahwa Allah bicara kepada kita juga melalui sana 🙂

    • uyayan says:

      itu hanya cara saya yang gak pernah di sadari olehnya (istri). mungkin orang lain punya cara tersendiri…

      kalau udah jodoh gak bisa di tolak hehe..

      sependapat hati nurani gak pernah bohong….

  5. masa-masa pacaran, itu pas masih zaman jadi siswa mas.. masa-masa labil dan penuh dengan emosi.. tapi setidaknya dari pengalaman itu, saya berusaha untuk mengenal lebih jauh tentang lawan jenis saya.. dan mereka unik rupanya.. hehe 😀

    dan saya setuju, semuanya itu harus dimula dari kejujuran.. bagaimanapun prosesnya, berpacaran atau tidak tapi sama-sama jujur adalah hal yang paling penting.. semoga saya bisa mendapatkan laki-laki yang jujur dalam mencintai saya kelak.. 🙂

    • uyayan says:

      ya begitulah Dhe… terkadang jadi jadi banyak mantan… saat mencari ada cerita suka dan dukanya..

      kalu semua orang bisa jujur apalagi dalam segala hal pasti damai kan tercipta begitu indah..

      amin amiinnn semoga saja harapan Dhe terkabul..

  6. Tapi lebih sip lagi kalau pacarannya dengan cara yang luar biasa pak “Nikah dulu, baru pacaran”. Heheheeeee

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: