era repot nasi

era reformasi  era repot nasi

“Duit susah di cari, hidup layak cuma mimpi, kesempatan tak ada, entah di curi sapa, ya harus bagaimana, mencuri kami tak biasa, betapa lagi luka, lihat kumpulan orang menari.. Tari tari korupsi , lagu lagu kolusi, musiknya nepotisme, irama tak tau diri”. Bait dari sebuah lagu..

Bait lagu di atas rasanya menggambarkan keadaan rakyat kecil sekarang ini di tengah isyu isyu yang beredar. Isyu hangat sampai isyu panas yang akan berdampak pada kenyataan hidup hari ini dan besok dan minggu depan dan bulan depan atau mungkin sampai tahun depan.

Rencana pemerintah untuk menarik subsidi BBM = menaikan harga BBM walaupun baru rencana tapi sudah berdampak nyata pada naiknya harga barang di samping naik ada juga barang yang sudah susah di cari.

Hidup semakin sulit setidaknya itu yang di rasakan saat ini. Perjuangan untuk bisa mendapatkan Rupiah bukan Dolar sungguh terasa semakin berat. Itu yang di alami saat ini bagi para pedagang di dekat tempat saya tinggal. Dari beberapa orang yang saya tanya mengenai perekonomian saat ini semua mengatakan susah, bagaimana tidak susah, naiknya harga barang memaksa para pedagang untuk menambah modal tapi di sisi lain pendapatan malah berkurang.

Ada lagi cerita seorang pedagang bensin eceran yang kebetulan sempat ngobrol sama saya. Untuk sekarang ini SPBU tidak melayani pembelian Prenium menggunakan jerigen dan memang kalau tidak salah kebijakan ini sudah dari dulu tapi kenapa baru sekarang di terapkan. Karena tidak mendapatkan Prenium untuk di ecer sebagai mata pencaharianya, secara otomatis mereka jadi tidak punya penghasilan.  Sangat di sayangkan hal ini terjadi. Pertanyaanya bagaimana mereka untuk bisa bertahan di tengah kesulitan hidup ini sementara mata pencaharian mereka terputus atau di putus. Memang bisa mereka beralih profesi dari yang tadinya jualan bensin terus jadi jualan apa gitu. Tapi perlu di ketahui untuk beralih profesi itu tidaklah gampang, perlu waktu dan belum tentu berhasil.

Mengenai para pedagang Bensin eceran kalau menurut saya justru mereka membantu mengurai anttrian di SPBU. Coba kita jujur untuk membayangkan kalau semua pengguna sepeda motor harus ngantri di SPBU hanya untuk membeli 1 Liter Prenium di pastikan antrianya sangat panjang dan hanya membuang buang waktu saja. Orang mengatakan waktu itu adalah uang jadi secara tidak langsung mereka sudah membuang buang uang, hehe apa iya ya ?

Ini hanya di tempat saya di tempat yang lain tidak tahu samakah ? Atau lebih parahkah ? Semoga saja tidak.

Naiknya harga BBM yang paling merasakan dampatnya rakyat kecil yang tidak punya penghasilan tetap, saya yakin masih sangat banyak rakyat yang tidak punya penhasilan tetap yang akan merasakan dampat dari kenaikan harga. Adapun Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang katanya akan di berikan sebagai rasa ke berpihakan kepada rakyat kecil , tapi kebijakan ini banyak juga yang menentang dengan berbagai macam alasan dari mulai pendapat, hal ini hanya mendidik rakyat untuk malas malasan, ada juga yang di repotkan karena kriteria miskin itu seperti apa yang pastinya, ada juga yang berpendapat ini hanya menimbulkan kecemburuan sesama rakyat. Selengkapnya silakan klik komentar di sini.

Semua orang punya pendapat dan punya sikap masing masing menyikapai hal ini. Bagaimana dengan anda ? Setuju atau tidak BBM ini naik ?

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

18 Responses to era repot nasi

  1. adib mengatakan:

    gan itu syair lagunya sapa ya?? ane soalnya pernah denger tuch lagu tapi gak tau yang nyanyi sapa dan apa judul lagunya

    • uyayan mengatakan:

      maaf gan saya gak bisa jawab. penyanyinya dan judulnya saya benar benar lupa.. tapi liriknya sebagian masih hapal..

      kalau gak salah lagu ini pertama keluar masih menggunakan pita kaset…

  2. syaiful mengatakan:

    ya itulah sulitnya bro, saya sendiri seorang pekerja serabutan di sebuah perusahaan catering dan perlengkapan pesta… Kemaren sempat mengadakan meeting. Tapi yang dibahas malah “cara untuk menghemat BBM” katanya klo ngirim pesanan pakek motor saja. Gak usah pakek mobil. Biar irit… Ini kan namanya memikirkan keuntungan untuk perusahaan saja. Kenaikan gaji gak dibahas sama sekali… Puff

    • uyayan mengatakan:

      waduh itumah gak adil gan.. di satu sisi karyawan harus rela panas panasan atau mungkin ujan ujanan demi untuk penghematan yang seperti agan bilang hanya menguntungkan perusahaan. tapi di sisi yang lain kesejahteraan karyawan kurang di perhatikan..
      coba kita hitung gan kalau gaji gak di naikan sementara pengeluaran jelas akan bertambah, kata seorang sales bisa mencapai 30% sampai 40% dari mana kita kita harus nombok..
      hehe maaf maaf sampai sejaiuh itu… sekali lagi maaf.

  3. syaiful mengatakan:

    saya setuju. Asalkan sebelum BBM naik, sudah dipastikan UMR diseluruh daerah naik hingga pendapatan dan pengeluaran rakyat indonesia tetap seimbang. Yang dulunya punya gaji 1juta, dinaikkan menjadi 1,2juta… Lebih juga tidak apa2. Jadi nantinya kenaikan harga BBM itu tidak akan begitu terasa.

    • uyayan mengatakan:

      kemarin saya lihat demo buruh di berita salah satu tv. kenaikan upah kalau gak salah hanya 7rb rupiah perhari, menurut perhitungan buruh harusnya naik 20rb rupiah perhari katanya itu baru bisa membantu..

      tapi bagaimana dengan rakyat yang bukan buruh, para petani, nelayan, pekerja serabutan, pengangguran dll ?

  4. yisha mengatakan:

    dan, bbm tetap melonjak…… 😥

  5. Hijihawu mengatakan:

    Andai uang rakyat tidak dikorupsi. Mungkin harga bbm tidak perlu naik. Kebocoran di mana -mana, tidak cuma genteng. Kemungkinan uang blt juga bocor di tengah jalan. Bukannya su’udzhan, yang sudah lewat memang begitu adanya, sudahlah sedikit, masih disunat pula…
    Mau bagaimana lagi, rakyat semakin berurai air mata…

    • uyayan mengatakan:

      itulah kenyataan teh, sampai sekarang mental para pemangku jabatan masih sangat di ragukan.
      sependapat kemungkinan bocornya dana blt sangat besar.
      rakyat harus siap siap untuk lebih mengetatkan ikat pinggang.

  6. Tri mengatakan:

    emangnya pemerintah akan terus memberikan dana BLT? mau sampai kapan..

  7. Ely Meyer mengatakan:

    aku kok jadi inget sahabatku yamas, di kampung sana, dia juga jual bensin eceran, kalau beli pakai jirigen juga hrs kasih uang pelicin buat petugasnya krn kalau nggak nggak bakalan dicepetkan belinya, sekarang dia bgmn ya kalau nggak boleh lagi beli bensin pakai jirigrn ?😦

    • uyayan mengatakan:

      wah saya baru tau beli bensin di jerigen juga harus pake pelicin, sungguh terlalu.
      semoga saja di daerahnya yamas masih bisa Mbak.

      • Ely Meyer mengatakan:

        bener lho, kalau sahabatku itu nggak bayar uang ke yg tugas ngisi bensin, dibiarkan sahabatku nunggu sampe lama, spt disengaja, mana kuat dia, akhirnya setiap beli dikasih uang baru dipercepat, keterlaluan memang, kalau aku sudah tak damprat itu petugas😛

      • uyayan mengatakan:

        di bawah meniru yang di atas kali Mbak El..
        ada uang baru lancar…
        parah parah…gak ada kasian kasianya sama si kecil ada peluang langsung aja di mangfaatkan… sekali lagi ter la lu…

  8. ilhammenulis mengatakan:

    kalau uang hasil pengurangan subsidinya dipake bener buat dana pembangunan atau pendidikan saya setuju aja..

    tapi kalau dananya lari gak karuan dihabisin sama anggota DPR sih..😦

    • uyayan mengatakan:

      ya gan kalau ada buktinya mungkin banyak yang setuju..

      nah ini gan yang suka jadi masalah, kasus demi kasus korupsi masih numpuk hehe
      belum kelar kelar..

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: