sedih, khawatir dan tak mengerti

sedih, khawatir dan tak mengerti

Beberapa hari ini pemberitaan di layar kaca banyak menyorot berita tentang tawuran atar pelajar,  yang merengut korban jiwa. Dalam sepekan ini dua nyawa melayang gara gara tawuran.

Alawy Yusianto Putra (15), adalah korban tewas dalam tawuran maut antar dua sekolah berdekatan yakni SMAN 6 dan SMAN 70 di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, hari Senin (24/9).dan Rabu (26/9) siang, Deni Januar (17), siswa SMA Yayasan Karya 66 (YK) Kampung Melayu, Jakarta Timur juga korban tewas dalam tawuran.

korban tewas tawuran pelajar                                                                      

Saya sebagai ayah yang mempunyai anak di usia sekolah jadi merasa khawatir akan keselamatan anak saat menuju dan pulang sekolah. Kekhawatiran yang timbul karena sering kali oknum oknum pelajar yang suka tawuran sering salah sasaran

Tak habis pikir, mengapa tawuran antar pelajar terus terjadi ?. apakah ada pembiaran atau bagaimana ?

Seorang pemirsa di program suara anda yang di tayangkan di salah satu tv mengatakan : pihak sekolah seharusnya bisa tegas terhadap para siswanya yang terbukti ikut tawuran harus di beri sangsi yang tegas yaitu siswa yang bersangkutan harus di berhentikan dari sekolah, di kembalikan lagi ke orang tuanya.

almarhum semasa hidup

Sebagi warga juga saya merasa miris. Bahwasanya calon penerus bangsa yang sedang mengikuti jejang pendidikan sudah membudayakan kekerasan dalam bertindak. Menunjukan jati diri dengan hal bodoh yang merugikan dirinya sendiri dan juga orang lain. Alangkah eloknya kalau membanggakan diri itu dengan prestasi yang mengharumkan nama sekolah, bukan dengan tawuran yang mencoreng nama sekolah.

Semoga saja kejadian ini untuk yang terakhir kalinya, tidak harus terulang lagi dan merenggut korban lagi. Pemerintah dan pihak terkait lainya harus segera mengambil langkah untuk menghentikan budaya tawuran ini.

sumber gambar klik gambar.

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

62 Responses to sedih, khawatir dan tak mengerti

  1. Darmanto Muat mengatakan:

    Memprihatinkan memang Pak. Saya yg juga praktisi pendidikan merasa ironis melihat kejadian yg seharusnya tdk terjadi. Tawuran, narkoba, dan semacamnya. Memang tak pantas klo hanya sekedar saling menyalahkan. Hanya saja, menurut saya bekal keagamaan berupa penanaman akhlak menjadi sangat urgen bagi saya untuk tetap ditanamkan pada anak, anak didik, dan lingkungan. Formalitas dan ala kadarnya pembekalan nilai2 agamis menjadi tidak begitu menyentuh sisi dalam anak….

    sungguh ini adalah PR kita bersama..😦😦

    salam sahabat,
    semoga tetap berbagi.

    • kangyaannn mengatakan:

      iya Mas, saya sepakat dengan pendapat Mas. pendidikan agama harus lebih di tingkatkan lagi. keharmonisan dalam rumah tangga serta membangun komunikasi antara orang tua dan anak harus tetap terjalin dengan baik.. orang tua juga harus memberikan contoh dan teladan yang baik pada anaknya…

  2. jhonytato mengatakan:

    terimakasih info nya, sangat bermanfaat. salam sukses untuk admin.

  3. Gandi mengatakan:

    Benar-benar mrmprihatinkan,😦

  4. JNYnita mengatakan:

    Dulu om saya ada yang di sma 70 dan sma 6, klo ada tawuran mereka jd gak masuk sekolah, ahaha…
    Om saya yang lain (anak 70 juga) pernah jadi korban, untungnya cuma korban scara materi, bukan fisik..

  5. Ni Made Sri Andani mengatakan:

    ya Kang. sedih dan prihatin banget ya membaca beritanya. Saya juga sama.Jadi kepikiran karena punya anak-anak yang menjelang remaja.. Mudah-mudahan mereka tidak ikut-ikutan berada dalam situasi seperti itu..

  6. violetcactus mengatakan:

    saya juga sedih Pak..
    anak2 sekolah sudah seganas itu, seolah ada nyawa cadangan saja 😦

  7. adminwebcom mengatakan:

    Sekolah sekarang lebih berbahaya daripada perang Palestina Israel.😦

  8. abedsaragih mengatakan:

    Turut berduka cita sedalamnya buat keluarga yang ditinggal.Semoga ini menjadi yang terakhir buat siswa-siswa di Jakarta.

  9. Muhammad Alifianto mengatakan:

    Mungkin sekolah-sekolah sekarang kurang pendidikan agama…

    Mereka hanya menambah pelajaran agama tapi tidak mengadakan pendidikan agama.

  10. yisha mengatakan:

    hiksssssssssss…………. 😦

  11. izzawa mengatakan:

    aku kemaren liat beritanya kang,,,sedih juga ya padahal alawy kayaknya anak baik,,,, 😦

  12. Triyoga Adi perdana mengatakan:

    Iya nih mas. Saya juga bingung sekaligus ngeri kalo denger kata tawuran pelajar, apalagi di kota besar. Di daerah saya tuh gak segini nya mas. Apa ya lingkungan bener-bener pengaruh sekarang, atau emang orang tua yang kurang bisa mengerti? -taktahulahini

  13. moenas mengatakan:

    iya pak, anaknya suruh langsung pulang saja klo susah selesai belajarnya **

  14. Urupa Chan mengatakan:

    iya nih pak, kemaren ada lagi tawuran yang belum terekspos di televisi. tapi dimuat di kaskus. dapet cerita dari mas saya yang di jekardah. melihat sendiri dengan mata kepala sendiri. tubuh penuh darah dan akhirnya meninggal. Hemmmm… kasian orang tua ya pak?

    • kangyaannn mengatakan:

      saya belum tau Ur, saya hanya tau berita dr media televisi..

      membayangkanya aja udah ngeri, apalagi kalu sampai melihat bisa bisa saya pingsan Ur.. gak tahan melihat darah segar terlalu banyak…

      iya, orang tua menyekolahkan itu untuk belajar, bukan untuk tawuran….

  15. cumakatakata mengatakan:

    masa-masa seperti mereka ini memang riskan Ya A’…..

  16. Sang Dewi mengatakan:

    miris bngt liatnya kang. di sekolahin biar pinter, tp malah berakhir tragis.

    kang yan dulu suka tawuran jg gak..???

  17. SanG BaYAnG mengatakan:

    Ironis ya Kang bila mengingat akan hal ini.
    Namun fakta dilapangan tak semudah yang kita bayangkan. Bahkan tindakan tegas dan tindakan yang paling keras sekalipun, tak semuanya mampu menghentikan aksi tawuran. Dan kita tidak bisa lepas tangan begitu saja dengan menyerahkan sepenuhnya pada (langkah dan tindakan) pemerintah, sebab ini menjadi tanggung jawab kita semua (sebagai pecinta negeri) yang telah mewarisi dan akan memberikan warisan bagi generasi nanti.

    “Salam damai selalu untuk Indonesiaku”

    • kangyaannn mengatakan:

      iya gan, setuju…

      akar dari maslahnyalah yang harus di cari, untuk menemukan jalan keluarnya.

      sebagai orang tua dalam hal ini saya berkali kali bertanya kepada anak saya, tentang tawuran ini. jawabanya “buat apa tawuran yang menang rugi yang kalah juga rugi”. padahal dia bersekolah di sekolah yg suka tawuran juga..

  18. jhonytato mengatakan:

    sangat mengkhawatir kan ya kang yan?
    terimakasih sudah berbagi info yang sangat bagus,
    bgognya juga bagus sekali, saya gak perlu menunggu loading lama untuk berkunjung kemari, blog nya ringan sekali.

  19. Ilham mengatakan:

    maunya anak2 yang tawuran dipindahkan ke sekolah militer.

  20. Ely Meyer mengatakan:

    ngeri aku Kang bacanya, msh muda begitu hrs meninggal gara gara tawuran

  21. sulunglahitani mengatakan:

    pendidikan karakter yang digaung2kan pemerintah sepertinya masih belum ampuh ya, mas😦

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: