kidung pilu petani renta

kidung pilu petani renta

 

Tatapan hampa kosong menantang mentari senja

Lurus jauh ke depan menembus batas cakrawala

Sebentar menunduk melihat kulit kaki keriput

Kuku kuku ketembagaan gambaran petani tulen

 

Lantas mendonggak ke atas mata sayunya berkedip

Menatap daun caping yang rombeng

Di hembuskan asap temabakau dari mulutnya

Putih menggulung sebentar kemudian pudar tersapu angin senja itu

 

Tetap diam mematung tak bergeming

Dengan tangan di belakang mengepal

Ada gundah tersirat dari raut wajahnya

Gundah pada apa  ?

Ada resah terpancar dari tatapan hampanya

Resah pada apa ?

Ada kecewa pada gelengan kepalanya

Kecewa pada apa ?

Ada semangat kuat pada kepal tanganya

Semangat baja pantang menyerah

 

Tetap diam mematung kokoh di tempatnya berdiri

Seakan tertancap menjadi satu dengan hamparan sawah nan hijau

Berkelok berundak pematang berumput hijau pekat

 

Gemercik air mengiringi senja itu begitu damai suasana

Hamparan menghijau bak permadani hidup

Meliuk indah di tiup angin senja melambai

 

Akankah bertahan petani tua itu dengan hijau permadani hidupnya

Akankah pematang kokoh dari gusuran buldoser serakah

Akankah gemercik air terus jadi nyanyian cerita indah kala senja

 

Atau semua akan sirna di telan kebutuhan ?

Atau semua akan tiada di renggut keserakahan ?

Atau semua akan lenyap di gerogoti kepongahan ?

Atau semua akan musnah di gusur angjkara dan kebodohan ?

 

Petani tua itu tetap diam mematung kembali menunduk

Menunduk dan terus menunduk sampai akhirnya melangkah

Perlahan kembali menoleh permadani hijaunya

Ada rindu ada kenangan dari sorot matanya

Namun terus berjalan tinggalkan indahnya hamaparan hijau nan indah

Tanpa kata tanpa suara, jelas ada ragu dalam melangkah


lewe250512
Iklan

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

34 Responses to kidung pilu petani renta

  1. sugar says:

    semoga hijaunya pematang sawah akan selalu bisa kita nikmati… dan bisa mencukupkan semua kebutuhan petani , amien

    • uyayan says:

      amiinnn… ya gan semoga saja sawah sawah tidak terus di gusur di jadikan bangunan bangunan beton. dan semoga pemerintah lebih memperhatikan nasib kaum tani …

  2. elfarizi says:

    Saya suka aja, kang, gak bisa komen 😀

  3. puisi nya punya nuansa sendiri 🙂
    sendu tapi damai 😀

  4. Ely Meyer says:

    pandai juga bikin puisi mas

    fotonya bikin mata adem, itu tulisan di foto artinya apa ya ?

  5. mamang ojan says:

    keren mas puisinya, sayang udah jarang liat sawah

  6. Mila says:

    semoga pak tani senatiasa dicukupkan nikmat hidupnya ya … sedih 😦

  7. suka dengan suasana senjanya mas.. bagus.. 😀

  8. yisha says:

    hmmmmm……baik deh kamu nge post ini………. 🙂

  9. bensdoing says:

    petaninya lagi “galau” ya gan…
    diberi semangat terus gan…. 😀

  10. cumakatakata says:

    Pertahankan keHIJAUnnya….

  11. Hijihawu says:

    Tetaplah menjadi tangguh. 🙂

  12. Jurnal says:

    Jadi petani itu profesi ironis ya Kang. Lahannya subur, padi menghijau. Memberi kenyang perut orang.Tapi kok ya secara ekonomi mereka tak beruntung ya?

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: