Bbm (benar benar memusingkan)

Bbm (Benar benar memusingkan)

Isyu BBM yang mau naik lagi, sangat meresahkan bagi kami kami rakyat kecil, betapa tidak BBM belum naik harga kebutuhan sehari hari sudah mulai bergerak naik duluan. Apa lagi nanti kalau BBM benar benar sudah naik. Hmmmm……

Terus kalau di kaitkan kenaikan harga BBM ini dengan semakin dekatnya bulan puasa, kami sadar pengeluaran di bulan puasa jauh lebih tinggi di banding bulan bulan di luar bulan puasa. Masihkah kami mampu tuk bahagiakan keluarga , tuk belikan pakaian baru buat si sulung, buat si bungsu yang hanya setahun sekali ? Ah entahlah. Belum lagi tahun ajaran baru, mampukah kami beli tas baru, baju baru, celana baru, sepatu baru, buku buku tulis, buku paket, latepa  untuk penambah semangat belajar anak anak ? Lagi, jawabanya entahlah.

Hemat, jangan suruh kami untuk berhemat karena setiap haripun kami berhemat, pemakaian listrik di batasi, uang jajan anak di patok, pengeluaran yang tak perlu di abaikan.

Si kaya makin kaya si miskin makin miskin, si kaya yang punya modal nimbun barang demi keuntungan yang lebih besar, si miskin gigit jari pendapatan tak bertambah pengeluaran melonjak, sama dengan hidup semakin sulit.

Mang Adang teriak lantang gak setuju BBM naik, Bi Amah histeris takut gak bisa beli beras, Pemulung bertanya tanya akankah harga jual barang bekas ikut naik ? Begitupun para petani, nelayan, buruh mungkin punya pertanyaan yang sama.

Mahasiswa, buruh, Lsm dan elemen masyarakan lainya turun ke jalan berdemo berorasi, berpanas panasan, berkeringat, berdarah darah menolak kenaiakn harga BBM. Akankah di dengar ? Entahlah. Kami berharap para pengambil keputusan, bijaklah lihatlah realita di lapangan jangan hanya demi kepentingan kepentingan sesaat, korbankan kami kami.

Kan di kasi BaLSeM. Akankah tepat sasaran ? Di ragukan. Di jaminkah tidak akan menguap ? Di ragukan. Belum lagi bicara nominal kalau di hitung 5rb perhari  per KK selama 4 bulan. Bulan ke 5 dan seterusnya, bagaimana ?

Di tulis sanggeus ngobrol jeung babaraha urang warga.

Iklan

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

38 Responses to Bbm (benar benar memusingkan)

  1. papapz says:

    walau ngeluh tetep we dibeli nya kang wkwkw

  2. ya benar banget ya Kang…yang Kaya akan semakin kaya..yang miskin akan semakin miskin.. nggak semua orang bisa nimbun karena nggak smua punya modal yang cukup..

  3. Heru Piss says:

    Biasany bisnis online ku akan menurun selama 3 bulan, karena biasanya setelah 3 bulan walaupun semuanya naek seperti tahun yang lalu pada bulan ke 3 sudah mulai Normal kembali.. Semoga saja tidak sampai 3 bulan sudah normal karena harga barang barangku juga tidak naek cuma ongkir saja yang naek,,, ( Dilema Pedagang )

  4. Ilham says:

    sepupu saya juga sibuk nimbun persediaan kang, sebelum bulan puasa.

  5. Wong Cilik says:

    BBMnya belum naik, harga barang2 udah naik duluan ya Kang …
    semoga transportasi publik bisa lebih baik lagi, biar dampak BBM nggak terlalu menyiksa …

    • kangyan says:

      iya gan, kemarin aja bbm belum naik harga barang2 kebutuhan pokok disini dah naik rata2 10% ke atas… gak tau sekarang setelah bbm naik.

      siph,,,,, semoga…

  6. Ahmad Fauzi says:

    Pengeluaran dibulan puasa bakalan BENGKAK….
    jadi nya BBM benar-benar mabok

  7. Kita hanya terus bisa berharap kita menuju jalan kebaikan untuk semua,

    Salam wisata

  8. capung2 says:

    gimana mo berkah nih negri… smpah serapah melulu dr anak bngsanya… negri ini kyknya salah urus gan..

  9. Idah Ceris says:

    Heheheh, jagnan pusing ya, Mas.
    Inysa Alloh rejeki akan selalu ada. . . 🙂

  10. araaminoe says:

    mau gak mau ya memang harus dialami kita sebagai rakyat ya kang, rasanya sudah lama negara ini menjadi negara yang memang “Gazebo” [gak jelas bo’ he he he] di debat seperti apa ujung2nya kapitalisme yang menang,
    Positip thinking saja, pasti ada tambahan rejeki yang tidak terduga dari segala arah dengan berbagai bentuk untuk memenuhi kebutuhan kita, amin. 🙂 *edisi sok bijak asmie kang qi qi qi*

    • kangyan says:

      benar As,,,,
      berharap saja di pemilu mendatang para pejabat yg terpilih benar benar yang mau membela nasib rakyaknya. jangan sekedar meng-atas namakan rakyat..

      amiin amin…..

  11. ryan says:

    secara hitungan di atas kertas, kenaikan BBM karena pengurangan subsidi bisa berdampak baik kang. tapi praktiknya nanti gimana…. itulah yang membedakannya lagi.

    • kangyan says:

      iya gan…
      sebenarnya dari obrolan dg warga, BBM mau berapapun harganya yg berdampak ke kenaikan harga barang barang itu tidak masalah asal kami ini mampu untuk membelinya…

      • ryan says:

        berarti lebih kepada bentuk penyalurannya kan mas? pengalihan subsidi dari BBM ke bantuan apa ke masyarakat kan?

        • kangyan says:

          mungkin lebih tepatnya prasarana penunjang perekonomian rakyat kecil harus lebih di perhatikan. lapangan2 kerja harus terus di ciptakan. setelah rakyat merasa mampu baru subsidi bbm di cabut.

          dampak kenaikan harga barang itu sangat terasa. contoh bagi para pedagang kecil dengan modal paspasan, harga barang naik otomatis kalau pendapatan tidak mau berkurang harus nambah modal. kalau modal tidak di tambah langsung atau tidak langsung pendapatan berkurang tapi untuk nambah modal ini uangnya dari mana ? sementara harga ke butuhan sehari hari pada naik. lama lama bisa bangkrut.

          itulah alasan salah seorang pedagang kecil yg ikut ngobrol….

  12. duniaely says:

    kenapa naiknya pas menjelang bulan puasa ya Kang ? atau cuma kebetulan ?

    • kangyan says:

      itu dia mbak….. pertanyaan yg sama dg para warga.. saya gak bisa jawab.

      ada juga yang beranggapan kenaikan bbm dan program balsemnya itu bernuansa politis menjlang pemilu 2014…

  13. Lia says:

    BBM naik, semua pengeluaran diperketat. Yang berlebih, dilarang pakai bbm bersubsidi. Saya harap tepat sasaran saja Kang, ktidak jelasan kapan naiknya juga, harga sudah melambung duluan. Malah memperluas para spekulan.

    Kalau naik, harus jelas dan tegas, pun diawasi penyaluran balsemnya. Kalau masih berceceran pula, memang kebangetan.

    • kangyan says:

      halo teh Lia, apa kabar ?

      rakyat kecil di tungtut untuk lebih memperketat ikat pinggang… spekulan bermain bergelimang untung walau tetap harus nyuap untungnya masih banyak.

      saya rasa sangat sulit untuk mengawasi balsem teh, apakah kartu yang 15,5jt itu sudah atau akan benar sampai ke tangan yg berhaknya…

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: