ingin di hargai belajarlah menghargai

Ingin di hargai, belajarlah menghargai

Ada pengalaman menarik kemarim malam yang membuat saya esmosi, saat di angkutan umum di maki maki ibu setengah baya yang tidak saya kenal. Hadeuh aya aya wae euy….

Waktu naik angkot saya merokok, sengaja memilih duduk di deket pintu memposisikan diri setengah kernet tangan kiri di luar biar asap rokok gak begitu mengganggu penumpang lain. Gak ada masalah biasa saja, sampai seorang calon penumpang menyetop angkot, Angkot berhenti penumpangpun naik. Masih aman terkendali, tiba tiba ibu setengah baya yang duduk deket saya tanpa angin tanpa hujan tanpa petir juga, eh,,,,,ujug ujug memaki saya dengan nada yang keras “Ni bapak ini dari tadi mengganggu terus, tidak mau mengerti”. Semua penumpang memperhatikan saya termasuk keluarga saya, mereka pada bengong semua, gak mengerti apa yang di maksud si ibu setengah baya itu, pun saya tidak mengerti karena saya tidak merasa mengganggu. “Yang ibu maksud itu saya bu ?” saya balik bertanya dengan nada datar.”Iya siapa lagi kalau bukan bapak” jawabnya ketus dengan suara yang makin keras. Semakin tidak mengerti dan tidak bisa menerima, salah saya apa ?. Belum sempet saya bertanya ibu setengah baya itu kembali nyerocos masih dengan nada yang tinggi bla bla bla. Hmmm ….habis juga kesabaran, sayapun mendebatnya.

Seru juga perdebatanya, berakhir dengan saran istri untuk tidak meladeninya lagi dan menyuruh saya membuang rokok, sebelum saya bungkam saya berkata ke si ibu setengah baya itu “Bu sebaiknya kalau ibu merasa terganggiu bicaralah baik baik, jangan langsung memaki dengan penuh amarah, apalagi sampai memerintah orang yang belum ibu kenal, kalau ibu meminta dengan baik baik saya sangat menghargai dan pasti akan membuang rokok saya tanpa harus ibu pinta dua kali. Karena ibu tidak menghargai orang (saya) maka wajar kalau saya juga tidak menghargai ibu. Ini angkot bu sarana transpormasi umum, saya tidak menemukan satu laranganpun untuk tidak merokok di angkot, intinya kalau ibu ingin di hargai cobalah belajar menghargai orang lain”. Bukanya diam si ibu malah berlanjut noroweco,saya abaikan tetap bungkam sampai tujuan.

Pas turun dari angkot istri langsung saja memponis “Si ibu itu mungkin stress A”.

Sahabat andai tiba tiba ada yang memaki maki Anda tanpa Anda merasa bersalah, apa yang akan Anda lakukan…….???

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

37 Responses to ingin di hargai belajarlah menghargai

  1. sang dewi mengatakan:

    kalo ada yg memaki saya tanpa saya merasa ada salah, saya pasti langsung nangis tanpa minta izin dulu kang..
    heheee

  2. violetcactus mengatakan:

    saya pandang orang itu lurus2 di matanya..
    saya pernah sekali dimaki orang di parkiran motor. entah apa sebabnya, saya tidak nyenggol kendaraannya ato apa. makiannya brhenti dengan sendirinya.

    kalo ada yg hendak merokok dekat saya di kndaraan umum, saya bilangi baik2. biasanya sih mau mengerti..

  3. Ely Meyer mengatakan:

    kl mnrt pendapatku pribadi kang, andai ibu itu berani memaki maki Kangyan, hrsnya dia juga berani dong negur Kangyan, kl nggak suka dgn merokoknya, jadi hemat waktu buat memaki maki org, kecuali kalau hobi ibu itu memang memaki maki

  4. mintarsih28 mengatakan:

    kecut kang klo nemu orang seperti itu.
    pernah aku menyapa seorang ibu tetangga dengan senyuman doah tanpa kata kata. weleh si ibu malah nyrocos gak enak di dengr,” mengengeh koyo mowo” dengan nada ketus.

    ya aku ambil kesimpulan kayak istrimu kang kali ibu itu lagi setres lihat aku baru jadi nganten baru sedang anaknya sebaya dgku belum nikah.

  5. rayaadawiah mengatakan:

    eniwei ray alergi asap rokok,om..
    kadang bisa langsung mabok klo ngehirup asap rokok..
    kalo nemu yg kayak kisah om Yan d atas,,
    paling ray sapa baik2, terus minta tolong asapnya dimatiin dulu..
    etapi kalau dia nyolot, biasanya aku berhenti dari angkot dan sebelum turun nginjek kakinya dulu,xixixixixi😀

  6. danirachmat mengatakan:

    Kalo saya yang kek gitu palingan saya ladenin mau sampe begimana. Hehehe.
    Etapi mungkin saya diemin aja sih sambil pasang muka cuek.😛

  7. nengwie mengatakan:

    Taahhh janten pelajaran oge kangge kang Yan….🙂

    Diomelin tiba2? ooh pernah sama tetangga bawah, begitu saya, buka pintu langsung keluar kata2 kasar dari mulut dia, tanpa ba..bi..bu.. banting saja pintunya didepan hidung dia..heu..heu..

  8. lieshadie mengatakan:

    Paling saya diamkan Kang…ntar kan juga diem sendiri..hehehe

  9. ~Ra mengatakan:

    Aku ngerokok, tapi paling benci sama orang yang ngerokok di angkutan umum.🙂

  10. 'Ne mengatakan:

    belajar menghargai kalau ingin dihargai.. kalau saya jadi kangyaan, misal saya perokok saya juga akan menahan diri untuk tidak merokok di angkutan umum.. bagaimanapun juga itu milik umum ada banyak orang yang akan merasa terganggu meski hanya bisa diam.. misal merokoknya pas lg nunggu angkot begitu naik ya langsung di matikan.. orang pun akan menghargai hal tersebut.. maaf saya hanya mencoba untuk melihat dari sisi lain🙂

    • kangyaannn mengatakan:

      makasi Ne, ya karena alasan itu juga saya pilih duduk di deket pintu posisi rokok di tangan kiri dan berada di luar, saat di isepun asapnya saya hembuskan ke luar lewat pintu angkot yg terbuka… dan yg gak bisa saya terima dari si ibu itu kalo emang merasa terganggu ya bicaralah dengan sopan jangan langsung memaki maki gak karuan gitu….hehe bukan membela diri tapi kenyataanya begitu….

  11. yisha mengatakan:

    hahahhaaaaaaaaaaaa…………met dimaki, ka! 😛

  12. rangtalu mengatakan:

    wah untung saya ga ngerokok:mrgreen:

  13. genthuk mengatakan:

    kalau saya mungkin cuma diam, sambil berpikir “Ya Allah jangan-jangan ini karena dosa-dosaku ya?”

  14. Denny Leo mengatakan:

    saya hanya tersenyum saja, biasa berdagang juga gitu, kena maki-maki tidak jelas, aneh bin ajaib ……😀

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: