mahal terus

mahal terus

Dalam perjuangan untuk bisa menafkahi keluarga setiap orang punya cara dan punya jalan sendiri sendiri. Saya sendiri dalam hal ini mengharuskan untuk berinteraksi setiap hari dengan para pelanggan, dari berbagai lapisan dengan karakter dan sifat yang berbeda.
Suka duka pasti selalu ada. Yah,,, namanya juga perjuangan, instrofeksi, bersabar dan berbenahlah kuncinya agar bisa bertahan.

“Mahal terus”, satu kalimat yang hampir setiap hari saya dengar dari para pelanggan. Keluhan atas uang yang harus di bayarkan untuk pembayaran tagihan listrik pasca bayar. Padahal menurut saya uang yang Rp 31,123,- untuk pembayaran tagihan listrik 1 Bulan kalau di bagi perhari hanya Rp 1.037,- per 24 jamnya, tidaklah begitu banyak jumlahnya, paling banter hanya bisa beli rokok 1 batang yang habis di isap dalam hitungan menit atau hanya cukup untuk beli jajanan 1 atau 2 biji snack buat anak. Coba kita bandingkan dengan menggunakan lilin atau lampu minyak setiap malam untuk penerangan, saya rasa harganya jauh akan lebih mahal. Belum lagi gak bisa menonton acara terpaforit di layar kaca, siaran langsung, sinetron, berita, dll. Dan lagi resiko bahaya yang bisa di timbulkan jauh lebih besar. Tapi ya begitulah manusia dengan ragam sikap dan sifatnya, terkadang lupa dalam menghitung untung dan ruginya, yang mereka tahu hanya akumulasi dari jumlah yang harus di bayar.

Berkeluh kesah hak setiap orang tapi alangkah lebih bijaknya kalau bisa menempatkanya. Jangan hanya sekedar melihat satu masalah dari satu sisi saja lihat juga sisi yang lain. Jangan menilai segi negatifnya saja sedang segi positifnya di abaikan. Jadi sebelum berkeluh kesah bijaklah melihat satu masalah.

Iklan

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

57 Responses to mahal terus

  1. mamairma says:

    mahal terus….
    biasa yang bilang ibu2 yang kang…
    kayak saja juga sih…
    hehehe

  2. Hijihawu says:

    Barangkali banyak yg belum menyadari Kang, besar kecilnya pembayaran rekening, apapun, sesuai dengan pemakaian. Jadi tetap kita yg mengontrol biar bisa lebih hemat lagi.

  3. cumakatakata says:

    hmmmm….
    dapat banyak ilmu setelah buka peluang baru aya A’…

  4. violetcactus says:

    sabar…
    saya pernah beberapa kali menjumpai pedagang di pasar yg sampai memaki2 calon pembeli gara2 tawar menawar harga yg menurut penjual terlalu rendah..

  5. bensdoing says:

    prhitungan bgt si ibu ya gan….mngkin klo diakumulasi jga jajannya anak2 si ibu lbh dr itu sebulannya

  6. memang setiap masalah yang ada perlu kita pikirkan cara pemecahannya dariapada hanya dikeluhkan saja ya Kang..

  7. Gen Puisi says:

    bener banget gan,,,
    ” Tapi ya begitulah manusia dengan ragam sikap dan sifatnya, terkadang lupa dalam menghitung untung dan ruginya, yang mereka tahu hanya akumulasi dari jumlah yang harus di bayar.”
    tapi Alhamdulillah kondisi yang kita hadapi beda-beda tipis sebener nya ,,,cuman saya jarang bahkan belum sama sekali pernah denger kata ” mahal terus,,, ” dari client,, hehehehhe
    paling-paling yang sering saya denger,, ” ngutang dulu,,yaaa mas bro..” 😦 hadewwww

  8. odex1987 says:

    semakin kita berkeluh kesah…
    semakin kita lupa akan bersyukur 😉

    semangkaaaaa masbro ^^

  9. arifadlillah says:

    kalo saya fluktuatif banget antara 80-100 tiap bulan -__-

  10. Urupa Chan says:

    Iya paak sepakat. Berkeluh kesah itu membuat orang lain jadi malas melihat kita. Berkeluh kesah enaknya ya sama Alloh… 😀

  11. Sang Dewi says:

    listrik di rumah saya selalu lebih dari 100rb, tp tak ada keluh kesah. daripada pake lampu minyak, nanti hidungnya malah jd hitam2 kena asap heheee..

  12. Betul mas.
    Setidaknya omongan kita, beralasan gitu ya. 😀

    Wah wah, new theme. :mrgreen:

  13. yisha says:

    kemahalan, ka, kemahaaaaaaaaaaaalan…….. 😛

  14. ilhammenulis says:

    kadang saya juga suka gitu kang, senang mengeluh.. padahal kalau dipikir-pikir, betapa banyak nikmat yang harus saya syukuri daripada beban yang bisa saya keluhkan 🙂

  15. pena usang says:

    Ya mungkin orang2 itu bilang mahal karena harus mengeluarkan jumlah yg segitu secara sekaligus, coba kalo nabung tiap hari sebesar 1500 saja ya kang. Ga bakal terlalu kerasa pastinya

  16. Citra Taslim says:

    begitulah kang, kadang pembiayaan utama mikir2 ngeluarin duitnya. eh, giliran yg sekunder malah lancar2 aja.

  17. Evi says:

    Kalau bayar sekaligus serasa mahal ya Kang..Tapi coba kalau harus beli minyak tanah untuk lampu, sudah kotor, jatuhnya pasti lebih mahal

  18. jayireng says:

    Haha…
    Jadi kudu gmn atuh kang? 🙂

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: