tangisan janda tua


tangisan janda tua

Ibumu sudah tak muda lagi nak

Perjalanan panjang sudah di lewati dan masih harus di lewati

Dalam keterbatasan dengan serba kekurangan

Ibu tidak pernah mengeluh jalani semua dengan rela

Sampai kini dan nanti ibu kan terus berjuang kan terus berusaha

Demi kamu anaku, kamu harus tahu itu nak

Perjuangan ibu sudah sejauh ini, menghantar kamu

Mengenyang pendidikan formal

Ibu bahagaia hari ini, sungguh bahagia

Mendengar kabar kelulusanmu

Hari ini ibu menangis bahagia nak

Biarkan ibumu menangis, sebelum tangisan sedih datang

Ada ragu membentang

Masih mampukah ibu bertahan

Atau perjuangan ibu sia sia

Pupus harapan kandas tujuan

Ibu tau nak…..

Apakah arti izasahmu

Yang ibu dan kamu banggakan

Masihkah bisa jadi jembatan

Sebrangi angan sampai tujuan

Ibu ragu nak……

Ibu, kamu tak berarti bagi mereka

Tanpa ada pelicin uang jasa

Sarat memanifulasi dan tipu tipu

Berkedok topeng kepalsuan, kebohongan

Dengan peran dan caranya

Ibu ragu nak….

Mampukan izasahmu bersaing dengan yang lain

Mengejar tujuan yang sama, melamar kerja,,,, yah kerja

Mereka mungkin punya cara lain cara berbeda

Andalkan kroni, koneksi dan balas jasa

Sedang kita apa ???

Sungguh ibu ragu….

Akankah melihatmu bahagia

Nak maafkan ibumu, maafkan

Ibu sudah berusaha, berjuang sekemampuan

Ibu tak henti berdoa meminta kepadaNya

Untukmu nak, untuk kebahagianmu

lewe120512
gambar di ambil dari google

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

55 Responses to tangisan janda tua

  1. Ping-balik: Tangisan janda tua. (just copy paste..) | cumakatakata

  2. P E mengatakan:

    Ibumu Ibumu Ibumu……😥

  3. jayireng mengatakan:

    hahahaha bisa juga yah buat ginian kan yan

  4. kabutpikir mengatakan:

    kasian ibu… hidupnya hanya dipenuhi oleh ragu….

  5. Ely Meyer mengatakan:

    memang benar

    kalau di sini pengangguran itu dibiayai negara, dr disewakan rumah beserta isinya, (kulkas , bed, Tv, semuanya) terus dikasih uang bulanan, tapi biasanya banyak orang malu utk mendaftar buat dpt tunjangan ini, mereka lbh suka bekerja drpd dpt fasilitas ini krn malu semuanya dibiayai oleh org lain yg membayar pajak, jadi kalau di toko ada org yg bayar belanjaannya dgn kupon maka semua org ákan tahu org tersebut mengantungkan hidupnya dr tunjangan negara, dr uang pajak mereka, jd org lain merasa org mereka tururt serta membiayai org yg belanja pakai kupon itu

    krn faslilitas ini , byk org2 dr turki, mesir dan negara 2 lain berbondong2 pengen tinggal di sini, punya anak byk (tiap anak di sini dpt uang bulanan dr negera sampai mereka bisa mandiri) .. kaya deh mereka

    • uyayan mengatakan:

      wah enak banget mbak ya..
      di sini juga dulu sempat ada program BLT, tapi sipatnya sementara dan katanya tidak semua yang berhak dapat, mendapatkanya..terus banyak juga yang menentang katanya juga program yang tidak mendidik..

      pasti mbak banyak yang pingin tinggal di sana..

  6. Ely Meyer mengatakan:

    terenyuh membacanya mas

  7. bensdoing mengatakan:

    judulnya aja udah haru biru gan…🙂

  8. blogpaser mengatakan:

    salut dengan perjuangan ibu,,,
    izin buang air mata bang😥

  9. cumakatakata mengatakan:

    bagus…
    haru…

  10. Ida Ratna Isaura mengatakan:

    wah, jadi inget nih aku belom lulus kuliah, hehehehhee

    semakin berat ajah perjuangan orang tua kalo anaknya kul tersendat2

    mandeg di skripsi, bener2 galaaauuuu. . . . heheheheh

    • uyayan mengatakan:

      maaf, maaf, maaf tidak bermaksud untuk menambah kegalauan…

      di tulis semata terinspirasi melihat perjuangan seorang ibu, tanya sana sini demi anaknya yang ingin melanjutkan sekolah..

      bantu doa saja dari jauh “semoga skripsinya cepat kelar”…

      tetap semangat Id….

  11. chuckybugiskha mengatakan:

    Karunia terbesar jika seorang anak mendapatkan doa dari ubunya…

  12. fauzanmm mengatakan:

    bikin sendiri ini bang ??😀

  13. Hijihawu mengatakan:

    Jangan ragu Ibu, yakinlah dengan rezeqi yang ditetapkanNYA. Abaikan setiap mereka yang berhasil dengan cara yang tidak halal. Insya Allah jalan itu ada, beserta usaha dari ananda dan do’a tulus Ibu…

    • uyayan mengatakan:

      tak pernah ragu akan rezeqi yang di tetapkaNya..

      tapi tak bisa tutup mata dan telinga juga melihat kenyataan,

      teh Li, pun lanceuk kedah ngayakeun artos juta juta, kanggo ngamuluskeun jalan putrana nu hoyong damel,, hehehe..

  14. yisha mengatakan:

    kok kamu bisa jadi ibu sob?????????? :mrgreen:

    • uyayan mengatakan:

      hehe,,, hanya membayangkan saja Yish…

      melihat semangatnya seorang ibu yang mau mendaftarkan anak perempuanya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi…..

  15. tuaffi mengatakan:

    wew.. dalam sekali puisinya.. Jadi terharu,,

  16. Evi mengatakan:

    Kasih ibu yg sepanjang jalan, yg akan selalu berjuang memberi terbaik pd sang bush hati. Entah terbuat dr apa hati seoeang ibu ya Kang?

    • uyayan mengatakan:

      iya bu Ev…kasih ibu tak pernah luntur dan terkubur.

      hehe, iya terbuat dari apa ya bu ?
      mungkin ibu bisa memberi pencerahan kepada saya, karena ibu seorang ibu …

  17. Citra Taslim mengatakan:

    Baca puisi ini jadi inget Ibu saya dirumah kang…
    beliau juga janda yang berusaha menguliahkan saya.

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: