menikmati senja membakar sampah

Menikmati senja membakar sampah

Musim kemarau yang berkepanjangan terasa begitu menyengat, mempercepat daun daun hijau menguning, lalu gugur berserakan tak beraturan tutupi rumput me-layu. Menyuguhkan pemandangan kurang elok di pandang.

Sapu Lidi tugasmulah kini, ayo kita beraksi. Hai Pengki jangan diam saja, ayo angkut semua semampumu. Yo !!! Kita gotong royong bersama bersihkan semua.

Kau sang Pohon,,, terima kasih,, dengan rimbunmu rasa sejuk dan teduh ini ada. Kau, Kau dan Kau terima kasih juga, kau gugurkan daun kuningmu, dengan begitu kesuburan tanah ini terjaga.

daun kering

Daun kuning mengering bertumpuk. Tugasmu wahai Api,,, ayo bakar, jangan terlalu besar, ingat ini musim kemarau !!. Santai aja lahap sedikit demi sedikit agar tetap terkendali… iya, ya begitu santai saja.

Sisa bakaran menghitam, masih sisakan bara. Tugasmu air untuk menciptakan dingin dengan siramanmu. Ayo guyur jadikan kompos abu bakaran itu. Nah gitu. Media tanam barupun tercipta, siap tunaikan tugas.

“Sapu Lidi, Pengki, Pohon, Api, Air terima kasih, kini aku bisa melanjutkan hidupku di media tanam yang baru. Aku janji akan ku suguhkan indah daun hijauku pada setiap mata manusia yang memandangku”. Mungkin seperti itulah kata yang terucap dari Jemani Cobra, andai ia bisa bicara, saat aku pindahkan dia ke media tanam yang baru.

Senja sore itu aku nikmati dengan membakar sampah, di temani si Jenit dan si July, yang melucu dengan tingkahnya. Saling kejar, berguling ria, beracting siap bertarung. Sesekali menghampiri tuanya.

Sungguh Tuhan telah merencanakan segala sesuatunya dengan sempurna untuk kebaikan dan kelangsungan hidup mahluknya. Pohon tak egois mempertahankan daun menguningnya, relakan berguguran untuk kelangsungan hidupnya dan hidup mahluk yang lainya. Sampah yang bikin resah dengan sedikit sentuhan mampu berubah jadi barang yang sangat di butuhklan oleh mahluk lainnya. Campur tangan manusia hanya proses untuk mempercepatnya.

Senja sore itu memberikan pelajaran yang sangat beharga, betapa indahnya rasa saling memberi dan menerima serta kerja sama yang kompak sesuai dengan bidang dan keahlianya mampu mewujudkan ke indahan pada ahirnya.

Advertisements

About kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

51 Responses to menikmati senja membakar sampah

  1. kemaraunya lama sekali kali ini ya Kang..

  2. evi says:

    Dan alam itu dibangun dng cara demikian, saling membutuhkan 🙂

  3. Ilham says:

    Sapu Lidi, Pengki, Pohon, Api, Air… kelima elemen bekerjasama untuk menciptakan lingkungan yang enak dinikmati.

  4. Idah Ceris says:

    Eceiyye, kalau lagi galau pasti rajin. . . 😛
    Bunganya mauu dong, mas kuya. .

    Salam untuk si jenit dan july ya? 😛

  5. cumakatakata says:

    rajin euy,,,, benr A’, kita harus berterimakasih pada semuanya….

  6. odex1987 says:

    yeeeaahhh…
    Go Green 😀

  7. Gen Puisi says:

    wadeww,, rajin juga neh mas bro kangyannn.. hehehehehe

  8. Ulan News says:

    wachh.. bersih2 kek na neh,, !!

  9. Ulan News says:

    /Mmm.. bakar sampah neh 🙂

  10. Gmc Paradise says:

    Tukar link kawan..buat banyak teman
    mampir http://gombongmotorcommunity.com/

  11. newbeejr says:

    Awas gan bisa ngebakar rumah loh kalo sampahnya segunung 😀

  12. febrian hadi says:

    Boleh ni diundang ke rumah buat bersiin daun2 yg gugur dihalaman..hihihi

  13. Gmc Paradise says:

    Bro untuk menjalin silaturahmi antar sesama, salam kenal dari Gombong Motor Community (GMC). untuk lebih lengkapnya kunjungi web kami di http://www.gombongmotorcommunity.com
    kalau boleh kita tukaran link
    Trim’s
    mampir bro

    • kangyaannn says:

      oke gan kita saling bersilaturahmi… makin banyak sahabat semakin berwarna gan… salam kenal kembali…

      iya gan pasti saya berknjung..

      boleh aja gan dengan senang hati…

  14. yisha says:

    senangnyaaaaaaaaa……………

  15. SanG BaYAnG says:

    Nyantai sambil bersih-bersih sekedar ngisi waktu luang, dan masih sempat nulis pula..hahahaha…

    Hebat Kang.. #Salut.. 😀

  16. rajacolek says:

    artikel menarik gan ….ijin berkunjung ya gan sambil baca2..
    ditunggu kunjungan baliknya yaa..:D

  17. jhonytato says:

    tempat ane g musim hujan,
    salamkenal kang

  18. izzawa says:

    aku tadi juga mau bilang kang kalo disini akhir2 ini juga sering turun hujan..
    wah..cat rumahnya baru ya kang…lebih adem nih..;-)

  19. Tri Wahyuni says:

    di medan lagi hujan nih 🙂

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: