antri yang sia sia

Antri yang sia sia

Kemarin sore, Senin 04 / 06, mendapat kabar bahwa seluruh warga RW 12 yang belum di photo untuk pembuatan E-KTP diharuskan berangkat ke kantor kecamatan, guna untuk melakukan pemothoan. Kamipun sekeluarga merasa belum di photo jadi wajib ke kantor kecamatan karena kami sadar kartu identitas itu sangat penting.

Rencana sederhanapun di susun, kami sepakat akan berangkat sore hari (Selasa ). Alasanya janganlah mengorbankan pekerjaan, harap maklum kalau kami tak kerja dari mana uang jajan anak anak.

Sore harinya (Selasa)sekitar jam 15.30 istri bersama kedua orang tuanya (mertua saya) berangkat duluan, sementara saya akan menyusul setelah membereskan pekerjaan.

Tapi ternyata saya masih di tempat kerja istri sudah pulang lagi membawa kabar ,katanya yang antri dari siangpun belum dapat panggilan malah ada yang dari pagi ngantrinya, artinya warga yang mau di photo masih bejibun. Jadi istri memutuskan untuk pulang saja dulu dan nanti malam akan kembali lagi.

Setelah salat Magrib istri dan ayah serta ibu mertua kembali berangkat ke kantor kecamatan. Lagi lagi saya berangkat belakangan karena ada urusan sedikit. Urusan kelar ci Jupypun keluar, baru mau tarik gas eh mati lampu, urung deh membedol gasnya. Kembali turun lantas duduk di kursi dalam kegelapan, kemudian menghubungi PLN jaga, menanyakan kenapa kho listrik mati, padahal hujan tidak anginpun tidak berhenbus kencang . Jawaban dari sebrang sana katanya ada perbaikan di salah satu gardu. Dan menjawab pertanyaan saya yang menanyakan lama dan tidaknya perbaikan eh malah di jawab mudah mudahan, tidak lama. Jawaban yang tidak pasti.

Walaupun mati lampu akhirnya saya berangkat juga bersama Thandy. Sampai di kantor kecamatan yang sama mati lampu juga, saya melihat antusiame warga yang antri begitu banyak, perkiraan lebih dari seratus orang. Ada yang ngantri dari siang hari ada juga yang baru datang. Dan ternyata juga bukan dari RW 12 saja yang datang, dari kampung sebelah juga sama ngantri hari Selasa ini. Menurut saya kenapa tidak di bagi saja ya, persatu RW gitu jangan di campur begini. Tapi entahlah apa pertimbanganya yang jelas bercampur.

Matinya listrik terpaksa menunda seluruh kegiatan pemothoan yang akibatnya antrian semakin panjang. Sementara listrik tak kunjung nyala juga, kami semua mulai kasak kusuk menanyakan ke para panitia yang tak kunjung member penjelasan. Baru setelah di tanya, mereka mau menjelaskan katanya, listrik nyala dan tidak nyala jam 21.00 acara di tutup. Mendengar penjelasan seperti itu banyak dari warga yang merasa kecewa alasanya kenapa tidak di umumkan dari tadi, sekarang saja waktu sudah menunjukan jam 20.45 jadi tak mungkinlah bisa seluruh warga yang ngantri bisa di photo malam ini seandainya listrik nyalapun. Atau kenapa waktunya tidak di mundurkan saja selesaikan dulu pemotoan warga, yang sudah terlanjur ngatri dari tadi. Lagi…. jawabanya menyesakan dada, tidak bisa, katanya tetap saja jam 21.00 acara tutup.

Sambil mengerutu panjang, pendek serta lebar sebagian warga mulai meninggalkan kantor kecamatan dengan gurat kecewa di wajahnya. Ya bagaimana tidak kecewa sodar sodara sudah siap narsis di depan kamera yang sebelumnya berhias dulu atau paling tidak mencukur jenggot dan merapikan kumis bagi yang berkumis serta meminyaki kepala yg botak supaya mengkilap, eh batal. Atau berhias secantik mungkin dengan gincu dan bedak apa adanya eh di photonya tidak jadi malam ini, sia sia sudah berhias dan pengorbanan malam ini hanya karena mati lampu dan ke tidak pedulian para panitia yang keukeuh membatasi waktu.

Kamipun akhirnya memutuskan untuk pulang karena sama seperti mereka, merasa percuma saja walau lampu nyalapun toh waktu penutupan acaranya tinggal 15 menit lagi.

Tapi ya itulah kenyataan yang harus di terima oleh kami rakyat kecil yang harus selalu mengalah, mengalah dan terus mengalah, bersitegang juga percuma karena jelas tidak di dengar. Jadi yah harus bersabar menunggu bulan depan, untuk antri yang kedua kali.

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

50 Responses to antri yang sia sia

  1. bensdoing mengatakan:

    belum ada yg baru yach gan….
    msh bertapa ceritanya nich….😆

  2. sweetyvinz mengatakan:

    kalo d sini makh ada surat panggilannya, yang dapat surat panggilan baru datang ke kecamatan.
    saya malah br satu orang dr 4 yg dapat surat panggilan. ko itu makh sekaligus ya???

    • uyayan mengatakan:

      di sini juga di awal iya ada surat panggilan, tapi entah kenapa hari itu katanya, di persilakan datang saja.. mungkin karena merasa pada belum dapat surat panggilan jadi pada datang. ahirnya ada penumpukan..

  3. Mila mengatakan:

    wah … klo seperti ini sabarrrrr aja ya🙂

  4. Ni Made Sri Andani mengatakan:

    wahh.. sama.Dua minggu lalu saya juga ngantri ngrus KTP sampai dandanan yang sudah oke menjadi tidak oke lagi , Kang.. he he

  5. Evi mengatakan:

    Ah baru ingat, sabtu kemarin mestinya giliran keluarga saya datang ke Kelurahan..Semoga minggu depan gak lupa lagi Kang..Jadi warga negara yg baik kayaknya emang perlu ongkkos ya…

  6. cumakatakata mengatakan:

    nyesek bacanya A’

  7. Hijihawu mengatakan:

    Di tempat saya, pembuatannya cukup lancar. Terkoordinir dengan baik. Juga memang dibatasi dan diatur biar tidak terjadi penumpukan antrian. Kesiapan petugas dan sarananya harus dibenahi.

    Kebayang sudah hareudang, batal. Jadi saja kukulutus. Hehehe..

    • uyayan mengatakan:

      kalau begitumah enak teh Li, ada kepastian.. lha disini boro2 terkordinir,, biasa yg punya canel-mah bisa nyodok…

      pami abi mending teh,,, ieu nu teu mendingmah para ibu muda yg meninggalkan bayinya untuk ngantri bikin e-ktp, malah ada yg datang sejak pagi, sampai2 harus beberapa kali bolak balik rumah – kantor kecamatan… eh ya itu seperti cerita di atas ada pembatalan..

  8. fauzanmm mengatakan:

    aku belum punya KTP,,😀
    masi 16 tauunnn hehe

  9. chuckybugiskha mengatakan:

    Salah satu bentuk pelayanan di negara ini yang belum tertata dengan baik….
    Semoga hal ini menjadi pelajaran untuk kita semua..

    • uyayan mengatakan:

      iya,,, biasalah gan.. kurang perhitungan gak mo belajar dari pengalaman..

      sepertinya sulit gan dalam waktu dekat ini, hal seperti yg kami rasakan untuk tidak terulang… saya yakin pasti akan terulang lagi…

  10. Ely Meyer mengatakan:

    wah kalau aku sudah meledak tuh mas , sudah antri lama , malah nggak jadi

  11. Idah Ceris mengatakan:

    pelayanan harusnya tidak melihat status sosial. . .
    kurang bijaksana menurut idah. . .
    walaupun hanya sampai jam 21.00 setidaknya selesaikan kewajiban mereka.

    mirisnya sekarang memang negara kita sudah menghapus culture.😦

    • uyayan mengatakan:

      seharusnya begitu Id, tapi kenyataan di lapangan ya seperti itu.
      bukan kurang lagi tapi sangat tidak hehe..
      iya setuju kan itu tanggung jawab mereka.

      kebanyakan dari mereka hanya mementingkan diri sendiri, masa bodoh dengan orang lain. tak memikirkan para ibu yang punya bayi, sekedar ngatri bikin e-ktp, bayinya di titip, eh udah berjam jam ngantri malah waktunya di batasi.. menyebalakn…..

  12. sugar mengatakan:

    sabaaaarrr, kan emang udah begitu adat istiadat di negeri kita… maunya seh mang gitu, dibagi aja biar efisien semuanya… tapi petugasnya ato sistemnya mungkin ga sepinter itu kali…😀

  13. Yos Beda mengatakan:

    daerah saya di wonogiri jawa tengah juga baru saja foto e-ktp 2 minggu lalu

  14. beruntung saya tidak mengalami hal tersebut beberapa saat yang lalu saat proses ambil gambar..😀

  15. yisha mengatakan:

    met ngantriiiiiiiiiiii…………. 😛

  16. bensdoing mengatakan:

    kyknya dongkol abizz yach gan….hidup di negeri spt INA mmg harus kudu sabar gan…
    sya aja inet lemot dinikmati aja nich gan sambil dengerin musik…

  17. jayireng mengatakan:

    Lah baru sekarang toh E-KTP di daerah Abang?
    Kota Jay udah dari taun Kemaren lo Bang, itu juga sampe sekarang blon jd, ntah kapan tuh keputusan jadinye “hrus nunggu” itulah yg kita ingat wkwkwk..

    Ngantri gituan emang membosan kan bang, wkt Jay ngartri bikin E-KTP di Kec. Jg dongkolnya minta ampun, ampe sasaran kartu memori HP Jay di patahin
    , padahal cuman satu2nya itu memory😥

    • uyayan mengatakan:

      iya Jay,, pemothoanya baru mulai Mei sampai Oktober katanya, jadinya entah kapan.
      mending Jay kalau udah ngantri, tapi ahirnya di photo juga, lha kang Yan udah ngantri eh mati listriknya ahirnya di tunda sampai bulan depan.. cape deh..

      wah ternyata Jay ne kreatif juga ya lihai matahin kartu memori yang kecil…hehe

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: