doa bocah pemulung

doa bocah pemulung

pagi buta sudah ku buka mata

sarung lusuh tikar robek di atas kardus ku pulas

ku bersihkan diri berebut dengan bebek bebek

lalu bersimpuh di tikar robek bersyujud bermunajat padaMu Tuhan

aku tak kenal sarapan tak tau nikmatnya teh manis panas di pagi hari

ku raih senjataku ku gendong karung usangku

berjalan menyusuri jalan menapaki embun tanpa alas

bermandi cerahnya mentari pagi , segunung sampah itu tujuaanku

mengais rizqi ti tumpukan sisa sisa yang terbuang

bau, jijik, pengap, kotor, temani aku dalam jalanku

aku tak peduli, tak hirau lalat yang becengkrama

temanku kucing temanku tikus berbagi sisa dengan mereka

di sebrang jalan sana ku lihat kau saudaraku

berseragan putih merah bertopi merah bersepatu hitam dengan tas di punggung

hatiku menangis menjerit bertanya pada kehampaanku

aku hanya mampu bertanya tak punya hak mengeluh memohon iba

karena percuma saja jeritan dan mohonku tak mungkin di dengar

aku hanya anak terabaikan di sudut kota terbuang di pinggiran

inilah aku ini duniaku yang harus ku jalani dengan rela

kemudian aku hanya menundukan kepala terdiam sesaat

wahai saudaraku janganlah kamu sia siakan masamu kini

raihlah mimpimu kejar cita citamu ku pikulkan beban di pundakmu

jadilah kamu para pemimpin yang bijak di negeri ini kelak

jangan jadikan negeri ini hanya milik mereka yang punya kuasa dan jabatan

punya modal, koneksi, kolega dan kerakusan

jangan biarkan kami terus dan terus di jajah dalam keterbatasan

terbenam dalam lumpur yang sama tergolek dalam keserakahan

lemah dalam penderitaan panjang menatap kelam masa depan

aku yakin kamu pasti bisa, kamu masih punya nurani yang tulus

jangan biarkan terkontaminasi tulusmu dengan polusi angkara

tercemari dengan debu kolusi terkotori dengan limbah keserakahan

aku yakin kamu bisa aku yakin itu aku yakin kamu mampu

asal kamu tetap berpijak di jalan agama bersandar di landasan hukum

aku hanya bisa berharap aku hanya mampu bersuara dalam hati

dari lubuk hatiku tulus berdoa untkmu saudara putih merahku

semoga kamu mau dan mampu membawa kami

keluaran dari tradisi keluaran dari budaya pemulung

aku sandarkan harapanku di bahumu,

aku kan terus berdoa untukmu untuk negeriku untuk kita semua

semoga kesejahteraan akan jadi milik bersama

semoga kemerdekaan akan jadi nyata tak sekedar semu

aku kembali tengadah menatap sampah basah di pagi cerah

kembali mengais rizqiku dari seonggok sampah berteman kucing berteman tikus

aku kembali memilah memilih mencari dan terus mencari

tak henti takan berhenti, ini yang aku bisa dalam keterpaksaan dan keterbatasan

terpaksa harus terbatas kemampuan

inilah aku bocah pemulung.

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

25 Responses to doa bocah pemulung

  1. bmaster23 mengatakan:

    pastinya ane bukan pemulung:mrgreen:
    mampir ya : http://bmaster23.wordpress.com/2012/04/18/cara-instal-aplikasiblackberry-secara-offline/
    mempererat silaturahmi

  2. bensdoing mengatakan:

    aku bersykur “melihat” dua bocah pemulung itu karena aku akhirnya menyadari….betapa beruntungnya diriku….

  3. logo baru mengatakan:

    tak cukup hanya ber angan untuk menciptakan puisi se indah ini… Pasti butuh penelitian dan pengamatan

    • uyayan mengatakan:

      hehe… terima kasih gan..

      kadang kalau menulis puisi itu bisa gampang mengalir begitu saja, tapi tak jarang juga merasa kesulitan untuk menuangkan apa yang ada dalam hati itu ke dalam bentuk puisi…

  4. SR11 mengatakan:

    Mau konsultasi ni gan. kenapa yah jadinya setiap saya komentar. ga langsung muncul?

  5. cumakatakata mengatakan:

    fakir miskin dipelihara negara…

    itu benar gak yaaaaah?

  6. jayireng mengatakan:

    Jadi inget syair nye bang iwan
    “Galigongli” kang
    Bocah karbitan tumbuh di pelaparan sampah pinggir kota.

    Mantap kang

  7. yisha mengatakan:

    ak…….. manissssssssssssssssss…….. gan!haha

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: