berakhir di kandang sapi

Berakhir di kandang sapi

Perjalanan perburuan sore itu start dari t4 kerja jam 15.30 dengan tunggangan kesayangan si Jupy yang sexy. Jupy yang penurut tak protes saat di tunggangi adek ipar yang ganteng. Iya,,, dia ganteng karena dia seorang cowok hehe mana mungkin ada cowok cantik kalau cowok tulen-mah. Dia sekarang lagi di bikin pusing karena skripsinya belum juga rampung.

Stop masalah adek yang ganteng kembali ke laptop eh salah kembali ke topic perburuan. Perburuan kali ini bukan berburu cari t4 pemancingan tapi berburu mahluk kecil yang bersuara merdu. Yah… mahluk kecil bersuara merdu , mahluk apa gerangan ?? Bukan mahluk halus pastinya, mahluk yang di maksud tak lain sejenis burung ocehan yang sekarang lagi rame jadi bahan buruan. Kasian c burung jadi terkurung di dalam sangkar tak lagi bisa terbang bebas, tak lagi bisa mengepak sayap leluasa sungguh kasian, tapi apa mau di kata karena suaranya yang merdu membuat manusia jadi ingin memilikinya. Salahkah …..? Aaahhhhh.. tidak tahu juga.

Masuk kampung satu cari info sejenak, kalau ada info langsung di telusuri sampai ketemu. Pas ketemu,, ooh…. bukan ini yang di cari ada rasa kecewa juga. Terus dan terus begitu yang di cari tak juga ketemu, mungkin karena saratnya yang agak susah. Entah sudah berapa kampung yang di lewati hingga tak terasa perjalanan sampai ke satu kampung yang namanya Kp Kandang Sapi. Dalam hati berkata aneh namanya Kp Kandang Sapi tapi sepanjang jalan yang di lewati tak menemukan satupun kandang Sapi, entahlah kalau jauh di dalam kampong sana, mungkin bisa menemukan kandang Sapi.

Perburuan dengan si Jupy yang sexy harus berakhir di Kp Kandang Sapi, karena matahari sudah mulai tenggelam di upuk barat. Semburat sinar keemasan yang terpancar dari biasnya cahaya begitu indah terlihat dari atas bukit yang tinggi. Ah ada sedikit kecewa perburuan kali ini tak menghasilkan apa yang di cari. Tapi biarlah namanya juga usaha kadang berhasil kadang juga tidak. Sedikit menghibur diri, padahal aslinya kecewa..

“A udah mau Magrib, gimana neh ?”. tanya sang Adek. “Ya udah De kita pulang saja, perburuan kali ini di hentikan cukup sampai disini, di Kp Kandang Sapi “. Pulang dengan tangan hampa alias tanpa hasil.

Itulah perburuan yang tak membawa hasil hari Sabtu kemarin, tapi ada hasil yang lain ya jadi tau atau mengenal atau paling tidak bersilaturahmi . Ada wawasan lain pengalaman baru dan teman baru juga..

Seperti biasa post yang biasa ini tak pentinglah tak harus di eja persuku kata cukup di bacasajalah yah.

Makasi dah mau baca.

Sekian….. dan

Wasallam..

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

49 Responses to berakhir di kandang sapi

  1. putrijeruk mengatakan:

    jangan menyeraaaah😉

  2. bluethunderheart mengatakan:

    menarik
    senang membaca postinganmu ini
    salam hangat dari blue

  3. sakti mengatakan:

    kasihan juga jadi burung itu ya

  4. naniknara mengatakan:

    Burung, terbang yang tinggi ya, jangan sampai lengah. Banyak orang memburumu demi mendengar kicauanmu. kalau kamu ketangkap, nggak usah berkicau aja, biar dilepasin lagi🙂

    • uyayan mengatakan:

      hehe iya iya, bikinlah sarang di di puncak pohon biar manusia tidak bisa mengambilnya…
      atau bikinlah sarang di pohon mangga, jambu dan rambutan di halaman belakang, biar saya bisa nikmati ocehanmu setiap pagi. sambil menikmati secangkir kopi panas.. hehe…

  5. onesetia82 mengatakan:

    asal jangan burung kita aja mas …😀

  6. joe abangirengku mengatakan:

    wah keliatanya seru sob…hee…salam kenal sob jgn lupa berkunjung di blog ane ya…heee

  7. Ely Meyer mengatakan:

    kasihan ya mas burungnya diburu begitu😦

    • uyayan mengatakan:

      iya mbak, di jaring, di jebak, di lem…

      kalau saya berburunya ke mereka yg suka nyari ke hutan mbak hehe… seperti sabtu kemaren eh udah jauh jauh ga hasil….

  8. Hijihawu mengatakan:

    Ternyata kabita juga. Hehe..

  9. Yudha Qirana mengatakan:

    Izin nyimak ya gan..

    Salam kenal..
    ditunggu kunjungan baliknya..🙂

  10. Urupa Chan mengatakan:

    aseeeek wolking-wolking…😀

  11. yisha mengatakan:

    asyik nyaaaaaa…………… 🙂

  12. Accel World mengatakan:

    waduh kok gak dilanjutkan perburuannya. pake night vision kk biar bisa liat burung di malam hari

  13. bensdoing mengatakan:

    wahh…pagi2 gini dah ngomongin burung nech….😀
    kyknya dah mulai hobby nich gan….

    • uyayan mengatakan:

      iya ne bendns……

      mulai tertarik mendengar kicauanya burung tetangga dan bp mertua hehe

      tapi sebelum memeliharanya nyari tau dulu hukumnya memelihara burung menurut Islam.. udah ada gambaran…

  14. Evi mengatakan:

    Burung ocehan apa sih Kang? Nama kandang sapi mungkin bersal kalo dulu banyak orang beternak sapi disana kali ya?

  15. Ni Made Sri Andani mengatakan:

    si burung ocehan pintar sembunyi ya..

  16. elfarizi mengatakan:

    manuk naon atuh kang anu dipilari teh?
    by the way, kandang sapi mana kang? Di cianjur juga ada Kandangsapi😀

    • uyayan mengatakan:

      pami saur urang dieumah cininin Elf ngetopna ciblek sareng manuk kaca soca populerna pleci ….

      nu di maksad teh kandangsapi, bogor barat….

  17. giewahyudi mengatakan:

    Yahhh kok perburuannya nyerah gitu,,

  18. tuaffi mengatakan:

    iyaa.. sama- sama..🙂 hehe

  19. Ilham mengatakan:

    burung namanya apa yang dicari a?

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: