kalau cinta sudah di buang

kalau cinta sudah di buang

“Kalau cinta sudah di buang, jangan harap keadilan akan datang, kesedihan hanya tontonan, bagi mereka yang di perbudak jabatan”.

Lirik lagu Bang Iwan Fals dalam Bongkar-nya di atas, setidaknya menggambarkan kejadian beberapa hari terahir ini. Rasa cinta seakan sudah sirna kalau melihat tindakan aparat di negeri ini yang cenderung arogan, semena mena tak kenal iba tak kenal kasihan. Menembakan gas air mata, water canon, memukuli dan bentuk tindakan tak terpuji lainya. Dengan alasan menertibkan para pendemo yang menolak kenaikan harga BBM.

Tidak berlebihan sekiranya berpendapat seperti itu kalau melihat beberapa tanyangan cuplikan video di layar kaca yang memotret kejadian nyata saat para aparat memukuli mereka yang sudah tidak berdaya, menyeret mereka yang sudah terkapar. Sungguh miris melihatnya, dimana nurani, dimana hati, di mana rasa, dimana merasa,, dimana ?

Saat melihat tayangan seperti itu kami hanya beristigfar “Astagfirullahal adzim”, bahkan anak yang ikut menonton sempat berkata saat melihat para aparat yang memukuli seseorang yang sudah masuk selokan dengan nafsunya terus di pukuli bertubi tubi tidak oleh satu orang tapi oleh mereka.. “Kasian ya, udah masuk selokan juga kho terus di pukuli padahal toh tidak melawan, kho tega ya ?”.

Sungguh sangat di sayangkan kejadian seperti itu harus terjadi, tak ada cara lainkah selain bertindak represif untuk menertibkan mereka mereka yang berdemo ?. Janji tinggalah janji fakta adalah nyata kekerasan masih terus berlanjut.. Sampai kapan ? Entahlah..

Saya berharap semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

Sumber gambar : http://metrotvnews.com

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

15 Responses to kalau cinta sudah di buang

  1. elfarizi mengatakan:

    saya dukung rakyat, pokoknya!

  2. hijaukubumiku mengatakan:

    Terkadang jabatan justru menjadi penghulu dalam
    perkawinan kepentingan dan ketamakan yang kelak
    akan menghasilkan keturunan berupa korupsi, kolusi dan nepotisme!

  3. etika dan budaya sudah tidak ada sekarang. . .
    kasiian. . .😦

    http://idahceris.wordpress.com

  4. naniknara mengatakan:

    kemarin nggak ngikuti beritanya di TV, sengaja nggak cari siarannya, karena sudah menduga bakal banyak ‘adegan seram’ yang tak layak dikonsumsi juga oleh anak-anak.

    • uyayan mengatakan:

      karena sudah terbiasa jadi sudah bisa menduga ya Mbak..

      kalau saya malah sengaja nonton hehe termasuk anak setiap ada pemberitaan yang tidak pantas, saya selalu meminta pendapat anak saya …

      • naniknara mengatakan:

        hihihi alasan lain lagi, anak2 saya yang masih batita maunya nonton DVD terus, diputar berulang-ulang sepanjang hari. malam mereka tidur saya juga dah ngantuk🙂

        • uyayan mengatakan:

          hehe iya Mbak setiap perbuatan punya alasan.. perbuatan yang sama belum tentu alasanya sama..

          pembiaran pada anak saya yang di persilakan melihat adegan kekerasan yang di pertontonkan oleh para aparat saat mengawal demo masa kemarin, saya ingin tau pendapat anak tentang apa yang di lihatnya “baik atau buruk ?”. terus alasanya apa ?

          itu aja Mbak …

  5. Tri mengatakan:

    serem ya kang..
    sungguh disayangkan sikap aparat yang seperti itu..
    yang mana menambah catatan buruk dimata masyarakat terhaadap polisi

  6. Ely Meyer mengatakan:

    aku lihat gambarnya saja sudha ngeri mas😦

    terus terang saya memang tidak bisa langusng melihat tayangan TV di sana, cuma sering ngenes kalau baca berita dr tanah air😦

    • uyayan mengatakan:

      lebih ngeri kalau Mbak bisa liat langsung tanyangan videonya.. saat mereka di seret dan di pukuli..
      iya, entah sampai kapan kejadian seperti ini kan terus terulang..

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: