kecewa

Kecewa

Kecewa adalah perasaan hati saat menerima sesuatu yang tidak sesuai dengan harapanya. Atau karena merasa di bohongi atau karena dstlah….

Begitu juga siang tadi saya merasa kecewa berat. Rasa kecewa ini muncul setelah pesanan pagar besi yang di pesan 10 hari kebelakang jadi dan di antar ke rumah. Untuk pagarnya tidak ada yang salah baik itu ukuran dan motifnya sesuai dengan pesanan tapi untuk pintunya terjadi kesalahan yang fatal, ketinggian mines 20 cm, angkur tiang salah, yang satu terlalu lebar tapi ketinggianya pas yang satu lagi angkurnya pas tapi ketinggian mines 20 cm. Terlihat jelas ke tidak profesionalan dari bengkel pagar itu. Belum lagi kalau bicara kerapian jauhdari contoh yang saya lihat waktu pemesanan di bengkelnya. Bekas las-an masih sangat kentara tidak ada upaya untuk menghaluskanya. Walhasil apa yang di omongkan beda dengan kenyataan.

Kecewa, iya kecewa, itu sudah pasti. Protes iya juga, minta di betulkan lagi sesuai pesanan itupun di lakukan dan singkatnya di betulkan lagi di lokasi (halaman rumah), hanya saja untuk pintu tetap saja  jauh dari gambar saat pemesanan. Benar benar kecewa, udah harga di atas rata rata eh,,,,,,, salah lagi…

Menurut saya ini satu fakta dia (bengkel tempat saya pesen)tidak mengerti promosi dari mulut ke mulut, padahal promosi dari mulut ke mulut itu jauh lebih efisien dan manjur untuk menarik minat calon pengguna jasanya. Biasanya kalau di perkampungan orang suka bertanya “Ini dari mana, beli dimana atau pesan dimana ?” Kalau di anggap hasilnya bagus akan berkomentar “Oh bagus ya, boleh deh kalau nanti punya niat pasang mau ke dia aja ah”. Tapi kalau hasilnya mengecewakan jangan harap ada yang berminat.

Wokelah ini pengalaman saya, ambil hikmahnya saja untuk kita semua, kita jangan terlalu percaya sama omongan orang . Seandainya kita pesan sesuatu yang harus di buat dulu sebelum pesanan itu di antar ke rumah alangkah baiknya kita melakukan pengecekan terlebih dahulu ke tempatnya, sekedar  memastikan pesanan yang sudah jadi itu apa benar sudah sesuai dengan pesanan kita. Kalupun terjadi kesalahan, membetulkanya kan masih di tempatnya atau kita juga bisa menolaknya bila perlu.

Sekian post kali ini…

Terimakasihbagiyangsudahmembaca…

wasallam

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

58 Responses to kecewa

  1. Ni Made Sri Andani mengatakan:

    waah..kebayang kecewanya Kang. Tapi gimana akhirnya Kang Ayan terima juga ya.
    Sebenarnya bahaya bagi bengkel itu ya. Karena jika satu orang pelanggan kecewa, beritanya akan menyebar 1000x lebih cepat dibandingkan dengan pelanggan yang puas.
    Semoga kepuasan di bagian lain bisa menghibur Kang Ayan ya..

  2. violetcactus mengatakan:

    #ikut kecewa#
    yea, saya ambil pelajarannya saja pak Yan..

  3. ilhammenulis mengatakan:

    bisa jadi satu pembelajaran yang bagus ya kang, biar gak gampang percaya sama perkataan orang🙂

  4. cumakatakata mengatakan:

    wah, satu pengalaman pahit nih A…
    tapi ini tidak akan terulang bila kelak Aa’ mau huat lagi.

    saya ingat ayahnya teman saya A’. pintu jati rumahnya gak sesuai pesanan. ngamuk2 minta ampun… heee

  5. chrismanaby mengatakan:

    Tapi karena rasa kecewalah kita bisa belajar menghargai,…

  6. Ely Meyer mengatakan:

    bisa dimaklumi kang kalau kecewa, aku juga pernah mengalami hal serupa, yg menjengkelkan itu kalau kita lihat yg bikin kecewa itu , perasaan jengkel, dan dikecewakan akan muncul lagi, kayak kang Yan kalau lihat pintu pagar besi itu pasti juga akan selalu jengkel dan teringat ketidak becusan mereka,
    jadi memang tergantung kita kang, mau dibiarkan jengkel itu di dalam hati terus atau enggak, kalau saya biasanya makan waktu lumayan lama untuk mengikhlaskannya , saya yakin kang Yan akan lebih cepat mengikhlaskannya drpd saya🙂

    • kangyaannn mengatakan:

      iya mbak kecewanya sangat, karena tuh pintu gak gratis hehe…

      rasa jengkelnya sedikit terobati mbak, setelah di protes dia sigap balik ke bengkelnya ngambil perlengkapan dan bahan.. saya juga berpikir kalau pintu ini saya tolak kasian dia.. kayaknya dia bakal rugi mengingat rata rata pagar itu sistimnya pesan dan setiap pesanan motifnya belum tentu sama… lagi yg saya pesan itu bukan pagar yg sedang di gandrungi saat ini…

  7. Darmanto Muat mengatakan:

    mmm…memang terkadang penjual kurang mengerti dmpak ke depan pada bisnisnya Kang terkait dg produk yg dihasilkan. Ada juga yg produknya bagus, tapi cara melayani konsumen tidak bagus, sehingga kebagusan produk tertutup oleh etika jelek penjual. Nah, ini juga masalah.. karena dia lupa bahwa selain menjual produk brupa barang, dia juga menjual jasa.

    saya beberapa kali melabrak penjual krn ketidakprofesionalan mereka, bahkan pernah suatu saat di kafe saya panggil manajernya karena etos kerja anak buahnya yg tidak baik pada konsumen..

    memang perlu ada masukan untuk mereka kang.. dan tetap semangat..🙂 jangan dimakan pintunya ya Kang meskipun tidak sesuai dg pesanan,, heheh:mrgreen:

    • kangyaannn mengatakan:

      iya gan, jadi penjual itu harus banyak belajar, bagaimana caranya melayani konsumen dengan berbagai karakternya…

      nah yang ini pernah juga saya beli sesuatu di toko, tapi saya merasa tidak di hargai oleh pelayanya dia malah ngomel ngomel… barang yang sudah saya beli saya kembalikan dan minta uang kembali… bosnya gak ngerti, saya lebih ngak ngerti lagi ahirnya cekcok hehe…

      hahaha insya Allah gak bakal saya makan tuh pintu gan…

  8. izzawa mengatakan:

    sabar ya kang yann…
    saat protes org bengkel nya bilang apa kang??? shrusnya mereka bertnggung jawab donk

    • kangyaannn mengatakan:

      oke Za….
      saat di protes ketinggianya salah,,, ehhh dia malah bilang, kho iya yah salah,,, sambil garuk garuk kepalanya… tanggung jawabnya ada Za dia menambah ketinggianya tapi ya jadinya, motifnya gak sesuai dg pesanan…

  9. lieshadie mengatakan:

    Wah lagi bangun rumah ya Kang…

    Btw, sabar Kang…pasti ada hikmah di balik rasa kecewa..

  10. Urupa Chan mengatakan:

    semangaat pak yaan. dan sabar..😀

  11. Erwin mengatakan:

    sabar kang yan….
    memang kecewa banget kok, kalo apa yg kita inginkan, tak sesuai harapan.

  12. yisha mengatakan:

    cie cie cie……
    kaka kecewa ni yeeee……. 😛

  13. Sang Dewi mengatakan:

    satu lagi ujian datang menghampiri kang yan…hmmm

    betu kata kang yan.ini satu pembelajaran yg hrs di ambil hikmahnya, bahwa kita hrs teliti sblm membeli sesuatu.

  14. hilsya mengatakan:

    aduh .. jadi ga bisa komen..
    moga2 masalahnya bisa selesai dengan damai yah..

  15. nengwie mengatakan:

    Perasaan tadi sudah nulis deh, ko ndak ada ya? *garuk2 bukan berkutu*😀
    Kalau memang nanti dpt gantinya lagi sesuai dengan yg diinginkan, cekap kecewanya sampai disini saja tah, sepertinya memang hrs diganti sesuai dgn pesanan, ntar tiap liat pagar besi perasaan kuciwanya keluar lagi deh, handeueul, keuheul tapi teu jamedud khan kang Yan hehhe
    *sok bijaksini padahal mah abdi teh……. 😀
    Wilujeng enjing, mugi barokah dinten ieu, mangga ah abdi bade dug nepungkeun bulu soca luhur sareng handap….

  16. SanG BaYAnG mengatakan:

    Like dulu saja Kang.., nanti setelah subuh saya kembali..hehehe..😀

  17. Rawins mengatakan:

    indonesia raya kadang memang begitu
    kalo ga ditungguin ngerjainnya suka asal
    mending kalo punya waktu, kalo enggak..?

  18. Hijihawu mengatakan:

    Ketidak-telitian merusak citranya sendiri. 20 cm mah katebihan, upami 2 cm panginten masih dimaklumi. Sabar Kang..

  19. Rifai mengatakan:

    buat pelajaran ajah,,
    saya udah pernah salah ngukur pagar soalnya.

    hihihi…

  20. bensdoing mengatakan:

    sabar gan Uy…mntari msh brsinar esok hari !

  21. danirachmat mengatakan:

    Wah-wah. Turut prihatin Kang untuk kejadian jnj. Mestinya memang mereka bertanggung jawab kalau kerjaannya ga beres. Bener banget kalo mereka ga ngerti konsep kekuatan promosi mulut-ke-mulut

  22. mintarsih28 mengatakan:

    betul kang jangan mudah percaya, teliti sebelum membeli

  23. Bambang Haris mengatakan:

    Itulah kang, kalau berbisnis tanpa memandang jauh prospek ke depan, ya asal jadi aja …🙂

  24. rayaadawiah mengatakan:

    tetep smangaaaats yaaaah,kangyan🙂
    jadikan ujian ajah ^^

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: