minta atau pinjam ?

Minta atau pinjam ?

Malam Minggu di guyur hujan, hujan yang dari tadi sore sampai saat ini belum juga reda. Saat menulis post inipun  di iringi gerimis hujan.

Dampak dari turunya hujan menyebabkan jadi tak banyak orang yang berlalu lalang menikmati malam Minggu ke luar rumah tak seperti biasanya kalo gak hujan.

Tapi ada juga orang yang lalu lalang, ada juga yang mampir untuk bertransaksi atau hanya sekedar minta api untuk menyulut rokok.

Andai Anda perokok pasti pernah mengalaminya.

Menarik bagi saya tentang istilah “minta dan pinjem” dalam hal ini. Seperti tadi dua orang perokok dengan tujuan yang sama tapi dengan kata yang berbeda. Satu mengatakan “minta api mas” dan satunya lagi mengatakan “pinjem korek mas”. Tapi tujuanya sama untuk menyulut rokok.

Menurut saya lebih tepat dengan kata “minta api”, karena kalau, “pinjam korek” berarti harus di kembalikan, Iya benar koreknya di kembalikan tapi apinya tidak kan sudah terlanjur di pake menyulut rokok. Lebih jauh kalau pinjam berarti harus di bayar, nah loh kalau belum di bayar berarti jadi hutang. Wah jadi pusing saya euy, sejauh itukah ? geleng geleng kepala lieuurrrr jadina..

Saya yang awam jadi lieur tapi saya yakin di antara pembaca ada yang bisa menjelaskan.

Jadi menurut Anda bagaimana tentang api yang di pake menyulut rokok dengan cara meminjam korek, apinya jelas di pake menyulut rokok dan gak di kembalikan ………….??? Jadi hutangkah ?

noe lieur

Iklan

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

74 Responses to minta atau pinjam ?

  1. sang dewi says:

    haduh……
    ini harus buka kitab kayaknya kang

  2. ariohendra says:

    Pinjam kesannya lebih sopan kang, kalo tiba tiba dateng terus minta, emang elo siapa, hehehe

  3. rangtalu says:

    he.. di ikhlaskan saja mas, walau sebenarnya dia berhutang..
    tapi jangan sampai dia bayar pake api yang lebih besar..
    bisa hangusss
    :mrgreen:

  4. Idah Ceris says:

    Lebih pasnya gini kalu, mas kuya.

    Bolehkah saya pinjam korek apinya untuk menyulut rokok? 🙂
    Karena kalau meminta nanti dikira akan menjadi haknya, hak peminjam. 😀

  5. Ely Meyer says:

    saya jarang punya pengalaman seperti ini kang, jd nyimak saja, tapi kayaknya lbh pas dgn minta api ya Kang drpd pinjam, bener nggak ? 🙄

  6. 'Ne says:

    hehe jadi ikutan lier juga nih kang, tapi ada juga lho yg bilangnya “minta apinya donk” jadi benerkan dia minta ya hehe

  7. genthuk says:

    peminta-minta khan tidak sama dengan peminjam-minjam

  8. ~Ra says:

    🙂 Yang bikin bingung itu, ujug-ujug bilang, minta cium mas..

    😀

  9. Lia says:

    Menurut saya mah Kang, berhenti merokok saja, jadi tidak akan lieur minta api atau pinjam korek. Hehe…

  10. SanG BaYAnG says:

    Hahaha… kira-kira gimana mau ngembalikanya yah Kang.. 🙄
    Api mungkin bisa dibayar dengan membakar sesuatu.., coba kalau pinjamnya itu pena.., gimana lagi tuh ngembalikanya.. :mrgreen:

    Ampun dah ampun.. kalau yang satu ini tak kepikir Kang..hahaha..

  11. Aulia says:

    asal jangan pinjem rokok aja ya 😀

  12. cumakatakata says:

    sering saya alami ini A’…..
    memeng beda antara minjam dan minta dan memang lebih pasnya adalah “minta”
    tapi saya sendiri selalu menggunakan kata “pinjam” karena ini sudah umum dan gak jadi masalah… yang di pinjami/mintai juga sama-sama pahamnya…. 🙂

  13. Mila says:

    udah budayanya gitu kali ya akang, sudah kadung kebiasaan jadi susah dihilangkan … yang sadar langsung perbaiki diri aja, heheheh

  14. nengwie says:

    Jadi kang Yan mau minta atau pinjam apa nih dari teteh? 😀

  15. nengwie says:

    Ya sudah atuh, teteh minjem tapi ngga dikembalikan, pas ditagih ntar teteh bilang “buat teteh aja yah” hehehe
    *keterlaluan ini mah namanya…. Pletuuk* 😀

  16. abi_gilang says:

    Berarti ngomongnya harus lengkap “pinjam korek dan minta api” tapi sepertinya kalimatnya jadi ambigu 🙂

  17. guru fikih saya dulu prnah bahas hal ini..kita sering salah pmakaian kata…kalo buat pena, harusnya, minta tinta (lucu sih emang) atau…. pakai penanya (klo itu bisa nggak?)heheh

  18. izzawa says:

    mungkin kebiasaan nyebutnya dg minjem kang..
    padahal klo dipikir2 sbenrnya dia minta 🙂

  19. fauzanmm says:

    minta api, / pinjem korek ?
    lebih baik minta koreknya aja sekalian 😀

  20. ahmad fauzi says:

    kata bang rhoma “membingungkan”
    haha..
    kayaknya tergantung kita mengapresiiasikan nya kang?

  21. yisha says:

    banyak hal yang berkaitan dengan ini, misalnya pinjam pen, pinjam penghapus, dll…… 😦

  22. violetcactus says:

    ga apa2 kalo sudah sama2 tau..
    tapi dengan begitu kayaknya pangsa pasar persewaan (korek) api terbuka lebar tu Pak ^^

  23. mintarsih28 says:

    bahasa itu kesepakatan kang pada masyarakat pengguna bahasa. meminta ada yg disepakati harus bayar ada juga meminta tanpa harus membayar

  24. HaKim says:

    he he he … kalau saya tidak tahu bagaimana menyebutnya karena mungkin yang lebih tepat itu “mas saya pinjam korek anda, lalu minta sebagian gas yang ada didalanya dan sekian mikro partikel batunya untuk memantik api yang akan saya gunakan sebentar lagi hingga kebutuhan saya terpenuhi dan setelah itu akan saya kembalikan kepada anda koreknya dan minta anda mengikhlaskan apa yang berkurang darinya”

    lebih ribet dan lier lier mas… 🙂

  25. utie89 says:

    Tergantung minjamnya kang, ga semua minjam berarti hutang. Nah kalau jaman sekolah, kan suka ada tuh, pinjam pulpen dunk, pas dibalikin, dy ga hutang kan?? Walau sebenarnya tintanya sudah berkurang karena dipakai. Minjamin=merelakan dipakai orang, jadi ya sudah risiko yang meminjamkan. Kalau memang ngga mau barangnya berkurang, ya jangan minjemin. 😛

  26. dennyleo says:

    Kesalahan dalam berbahasa yang biasa terjadi, tapi ada juga yang ingin membeli rokok mengatakan “minta rokok satu”. 😀

  27. danirachmat says:

    Selama kedua belah pihak paham konteksnya sih ga masalah menurut saya Kang, tahu sama tahu gitu. Hehehe

  28. Setokdel says:

    kayak minjam pulpen, kita kan niat minjam, tapi tintanya terlanjur kepake, jadi hutangkah? :s

    • kangyaannn says:

      kalo iya jadi hutang, secara tidak sadar kita sudah menumpuk hutang…. karena banyak kata pinjam tapi sebagian yg di pinjam itu tidak di kembalikan seperti waktu pertama kali pinjam… ya contonhya seperti komen agan…. pinjam pulpen…

  29. lieshadie says:

    wah hutang api di bawa mati dong Kang Yan..

  30. Nur Kasih Mokhtar says:

    yang meminta sudah kebiasaan menyebut begitu tapi yang diminta faham kok dia meminta..hehe so…halalkan aja..kan tidak pusing2 jadinya… 🙂

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: