Yang tersisa

Yang tersisa

Beberapa tahun ke belakang di daerah saya sempat juga booming bunga Anthurium. Bunga yang menbuat sebagian orang begitu tergila gila. Sampai sampai rela merogoh kantong lebih dalam hanya untuk bisa memilikinya.

Saya sendiri masih ingat ,waktu itu harus merogoh kocek 300rb rupiah hanya untuk membeli anakan Anthurium jenis Hookeri yang baru dua daun. Dan daunyapun tak lebih besar dari kuku jari kelingking ,serta tinggi kurang dari 1.5 Cm. Tapi waktu itu ya di beli saja, kalau sekarang, pasti tidak akan saya beli.

Boomingnya Anthurium waktu itu mampu menaikan harga jenis tanaman hias lainya, seperti Aglonema, Sikas, Sensivera, Puring , dsb. Mungkin hukum pasar berlaku, barang banyak yang mencari, sementara stok terbatas harga di pastikan akan melonjak.

Memang waktu itu hampir di setiap teras rumah terpajang pot pot bunga dengan berbagai ukuran dan berbagai jenis, dengan jenis bunga yang sangat beragam.

Saya sendiri waktu itu memiliki tak kurang dari 300 pot dengan berbagai jenis tanaman, terpajang di depan dan di belakang rumah di susun di rak yang senganja di buat. Pagi dan sore dengan telaten di siram di bantu oleh istri tercinta. Serta perawatan intensif dan berkalapun di lakukan. Seperti pemupukan, penggantian media tanam serta penanggulangan hama.

Tapi lama kelamaan pamor tanaman hias di daerah saya pudar juga, banyak tanaman yang di sudah tidak di rawat lagi, banyak juga yang mati karena kekeringan bahkan para pedagangnyapun ada beberapa yang beralih propesi. Dan jujur saja saya sendiri jadi kurang bersemangat merawat tanaman tanaman yang masih ada, paling hanya sebatas menyiraminya dan menyiangi gulma dalam pot. Pemupukan sudah tidak di lakukan lagi. Kalau di bilang bosan juga tidak karena jauh sebelum Anthurium booming saya juga punya beberapa tanaman hias berbatang keras.

Ini beberapa gambar tanaman hias yang tersisa.

Seperti itulah cerita singkat tentang tanaman yang sempat membuat orang di daerah saya berlomba untuk memilikinya. Namun sekarang mungkin karena sudah sampai pada titik jenuh yang menjadikan tanaman itu jadi kurang di rawat, di biarkan begitu saja.

wasallam..

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

67 Responses to Yang tersisa

  1. Ping-balik: Sunshine Award ;) « kang yan

  2. ayyasmuhandis mengatakan:

    maaf maksud saya masih punya biji anthurium gak bang?

  3. ayyasmuhandis mengatakan:

    salam kenal, biji anthurium gak bang?

  4. cumakatakata mengatakan:

    300 pot????
    ckckckckckck
    jadi pingin nyaingi nanti kl udah berumah tangga, bapak saya juga suka bunga2 gtu gan…. jd ingat beliau..

  5. elfarizi mengatakan:

    Anthurium sekarang udah gak mewah ya, kang … udah banyak yang punya pula🙂

    • uyayan mengatakan:

      iya benar Elf… malah di sini kemarin pedagang bunga keliling membawa golcin tanpa pake pot di letakan begitu saja di atas roda dorongnya..

  6. jayireng mengatakan:

    Perasaan Jay udah follow Blog nya Akang deh!

    Tp gak ada pemberitahuan email masuk,klo akang dah update yah
    #bengong

  7. arip mengatakan:

    Huuh. Dulu emang sempet booming bgt ni tanaman.

  8. joe abangirengku mengatakan:

    jemani ya sob…di daerahku dulu jg sob bahkan ada yang ngejual mobil buat beli jemani kemudian dirawat mau dijual lebih mahal lg.tapi belum sempat di jual harganya anjlok….ya bisa di tebak rugi besar lah dia

    • uyayan mengatakan:

      iya gan…
      emang waktu itu banyak yg terobsesi dg untung besar sampai rela menjual apa saja..tapi ya itu harga mahal gak bertahan lama, turun drastis…
      seperti temen ngeluarin kocek sampai 7 jete untuk beli beberapa anthu, sekarang gitulah boro2 laku juta juta hehe…

  9. Ely Meyer mengatakan:

    WOW … tanamannya cantik cantik mas, kalau itu ada di rumahku pasti sudah bikin aku lupa waktu deh, jadi di halaman rumah terus ^_^

    trims postingannya ya

    • uyayan mengatakan:

      makasi….dulu iya mbak saya juga suka lupa waktu kalau udah merawat tanaman bersama dua temen yg juga suka tanaman…

      sama sama mbak..

  10. Ida Ratna Isaura mengatakan:

    yang gambar no 2 dari atas itu kayaknya saia juga punya deh😀 wkwkwkwk

    ibu saia suka minta2 tanaman ke orang😀 engga perna beli😛 wkwkwkwkwkwk

  11. gandifauzi mengatakan:

    Wow, 300rb?? Tapi sepadan ,😀

  12. Hijihawu mengatakan:

    Kalau yg mahal, seperti anthurium dan aglaonema, perawatannya juga harus ekstra ya Kang. Makanya saya lebih suka sansivera dan puring, lebih tahan banting. Beli dan lupakan juga masih bertahan. Hehe..

    • uyayan mengatakan:

      iya teh,,, terutama dalam media tanamnya…

      leres teh pami puring tahan banting, sensi mah agak ribet juga, entah saya yg kurang paham, buktinya banyak sensi punya saya yang busuk daunya..

  13. Ping-balik: [Polling] Apa yang Membuat Kamu Memilih WordPress.com ? « Irfan Handi

  14. bmaster23 mengatakan:

    gan tau cara membuat komentar sebelumnya,biar gak panjang postingan nya?

  15. deady mengatakan:

    bingung
    anthurium ini bagusnya apa sih?
    daun doang gitu
    kagak ada bunganya

    jadi inget kartun anthurium versi benny mice nih
    hehehe

  16. muhyasir mengatakan:

    ada titik jenuhnya juga yahh?? Banyak juga koleksinya…

  17. rianaadzkya mengatakan:

    Kalau ayah liatt nii pasttii bakaaal di ubekk2 dahh.. hahaha..

  18. naniknara mengatakan:

    wah, banyak banget koleksinya. Ntar klo dah bosan merawat bagi-bagi ya🙂
    siap terima warisan

  19. yisha mengatakan:

    met sedih? 😛

  20. bensdoing mengatakan:

    permainan orang marketing itu gan…..
    makanya kalo yg begini2, sya lebih cenderung membelinya kalo sdh gag booming lagi khan biasanya jadi murah tuh…

    • uyayan mengatakan:

      iya bends…
      permainan cantik seorang marketing kaliber hehe.

      gak tau bends, setiap ada peluang usaha, saya selalu ingin mencoba padahal selalu kandas, seperti bunga ini di samping hobby rencana awalnya mau membesarkan kalau udah besar mo di jual lagi, kan harganya jadi berlipat ganda eh gak taunya keburu kagak musim hehe.. pernah juga ternak cacing yg sama kandas juga gak tau sekarang masalah burung apa mo kandas juga hehe…

  21. Evi mengatakan:

    Padahal tanaman hias diposisikan sbg hobi. Dan ternyata hobi bs berganti ya Kang..

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: