cara ternak burung kenari lokal

Cara beternak burung kenari local.

Tak terasa setahun sudah saya kembali terjerumus terjun ke dunia perburungan setelah sekian lama “pakum”. Dalam perjalananya, dari sekedar memelihara kemudian ada ke inginan untuk mencoba beternak burung, pilihanpun jatuh pada burung Kenari. Ternyata saudara saudara beternak burung itu tidaklah mudah, banyak kendalanya. Percobaan pertama gagal total. Percobaan ke dua agak mendingan.

Saya sadar dengan pengetahuan saya yang dangkal bayang bayang ke gagalan itu sangat menghantui tapi kalau tidak mencoba / memulai tak akan pernah tau hasilnya.

Berdasarkan pengalaman yang di alami itu saya memberanikan diri untuk mencoba berbagi cara beternak burung kenari ini. Siapa tau ada manfaatnya. Saya juga tau sudah banyak tulisan mengenai hal ini

Langsung aja.

Selain hal hal dasar perawatan burung, ada beberapa hal yang harus di perhatikan seandainya mau mencoba beternak Burung Kenari.

  1. Menyiapkan kandang ternak dan penempatanya.
  2. Menyiapkan indukan.
  3. Menjodohkan dan menyatukan.
  4. Memisahkan jantan / anakan.
  5. Perawatan anakan.

Menyiapkan kandang ternak dan penempatanya.

Menurut saya kalau kita ingin beternak yang harus pertama kali di siapkan adalah kandang untuk ternaknya. Kandang untuk ternak bisa kandang tunggal/sangkar biasa atau bisa juga dengan kandang yang menyatu tapi di sekat sekat.

kandang ternak menyatu

kandang ternak menyatu

Dalam hal ini saya memilih kandang yang menyatu. Saya membuat sendiri kandangnya dengan ukuran PLT 165cm x 40cm x 40cm, kemudian di sekat, jadi satuanya PLT, 40cm x 40 cm x40cm. Menurut salah satu sumber yang saya baca kandang dengan ukurun ini kurang ideal, idealnya PLT 45cm x 40cm x 40cm. Saya memaksakan dengan ukuran ini semata pemanpaatkan ruang saja. Ada juga sumber yang mengatakan kangdang yang menyatu itu kurang baik, ribet saat burung mau di jemur. Ribetnya pasti, mengingat ukuranya.

sangkar biasa

sangkar biasa

Untuk itu silakan putuskan sendiri mau kandang dengan kurung model biasa atau mau kandang yang khusus. Dua duanya ada plus minusnya.

bagian atas kandang

bagian atas kandang

Kembali ke kandang ternak yang saya buat, bagian atas, bagian samping kiri kanan, sekatan, saya menggunakan triplek 4mm, tulangnya lis 400cm x 2cm x 1cm. Untuk bagian bawah di buat berlaci supaya memudahkan dalam membersihkan kandangnya. Bagian belakang menggunakan kawat kasa (ram nyamuk) agar pentilasi udara lancar. Untuk bagian depan bisa jeruji bisa juga ram kawat 1cm pilihlah yang berlapis plastic. Di bagian dalam sangkar di tempatkan lampu 2,5 wtt untuk keperluan penerangan di saat saat tertentu.

Mengenai tempat untuk menempatkan kandang ternak itu sendiri, kalau boleh di bilang syarat, ada syarat syaratnya yaitu :

Usahakan tempatkan kandang di tempat yang terlingdung dari berbagai hama pengganggu, berpentilasi cukup, berpencahayaan cukup, tidak begitu terganggu dengan berbagai aktifitas.

Tempel kandang ke dingding, tapi usahakan agar tidak menempel secara langsung. Buatlah 2 atau 3 gantungan di bagian belakang kandang, tancapkan paku ke dingding, baru kandang di gantung di paku itu. Atau bisa juga di buatkan rak untuk menyusun kandang.

kandang tidak langsung menempel ke ding2

kandang tidak langsung menempel ke ding2

Saya sendiri penempatan kandang memilih di gudang, karena hanya gudanglah tempat yang ada di rumah saya yang paling memungkinkan.

Penerangan saya pake lampu pendar/neon 24 watt yang di nyalakan nonstop di gantung di dekat kandang.

Menyiapkan indukan

Isya Allah di post lain waktu.

Nb : kepada para pakar ternak sudikah kiranya berbagi ilmu dengan saya sebagai seorang pemula.

About these ads

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

41 Responses to cara ternak burung kenari lokal

  1. cumakatakata mengatakan:

    Ikut mendoakan agar sukses A’….

    dan semoga dengan di sharenya setiap langkahnya bisa menjadi pembelajaran buat yg ingin berternak…

  2. lieshadie mengatakan:

    Kang nek miara burung kek gitu susah ndak sih..kayaknya kok jadi tertarik nih !

    • kangyan mengatakan:

      menurut saya gak susah mbak Lies… merawat kenari lebih gampang di banding jenis burung ocehan yang lain.. biaya pakanyapun bisa di bilang murah…

      ayo mbak Lies, iseng2 pelihara…

  3. dea mengatakan:

    wa kebetulan sekali ya, suami aku juga lagi belajar nernak burung kenari ini lho ..
    disini lagi rame burung pleci banyak kontes nya.. tapi katanya mahal kenari ya :D

    • kangyan mengatakan:

      oh gitu ya,,,, yu atuh sama sama belajar.
      saya belum suka ikut kontes, denger dari temen pamor pleci disini di tempat kontes udah turun ramenya anis bata, kenari, kacer.

      mahal dan murahnya relatif… tergantung dari segi mana menilainya hehe…

  4. Erit07 mengatakan:

    Mas buat sendiri kandangnya??
    hebat..

  5. hilsya mengatakan:

    waah.. cocok nih ama suami.. sekarang dia juga hobi ternak kenari & lovebird.. sampe nular ke anak2.. saya mah terima jadi aja, haha…

  6. cerpen winterwing mengatakan:

    burung kenari itu asalnya tweety ya? berarti dia nanti juga bakalan jago ngetweet. kasih aja twitter. nnti bakalan rajin update status.

  7. Ejawantah Wisata mengatakan:

    Hoby yang bisa dikembangkan untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan nih Kang.

    Sukses selalu
    Salam wisata

  8. Wong Cilik mengatakan:

    semoga beternaknya semakin maju ya Kang …
    pasar kenari cukup ramai ya …

  9. abi_gilang mengatakan:

    Lama-lama hobi juga bisa jadi bisnis kan….. semangat Kang :-)

  10. Evi mengatakan:

    Sudah banyak dong koleksi kenari lokalnya,Kang. kan dikembang biakan sendiri. salut deh sama hobby kang yaan ini, kan mesti sabar tampaknya :)

  11. papapz mengatakan:

    emang kalau harga jualnya gimana untuk burung kenari.. maklum saya cuma ngerti ngurus burung sendiri wkwkw :D kang eta vakum atau pakum.. tong nyirikeun teuing urang sundana teu bisa f / v xixi

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: