penampakan pocong

penampakan pocong

Jumat pagi 10 Mei 13 saat saya baru saja tiba di tempat kerja sudah di hebohkan dengan kabar tentang Pocong kesiangan. Pertama kali dapat kabar dari Istri, dia bercerita bla bla bla sesuai dengan apa yang dia dengar. Bagi saya tak begitu saja percaya, bukanya tidak percaya sama istri hanya saja karena orang yang bertemu dengan pocong itu orang yang saya kenal, maka saya ingin tau cerita sebenarnya dari dia.

Hari Jumat dan hari Sabtu tak ketemu sama dia (orang yang melihat pocong) baru hari Minggunya 12 Mei 13 ketemu. Pas ketemu langsung saja saya bertanya tentang pocong itu.

Begini ceritanya yang saya rangkum dari obrolan itu.

Jumat pagi sekitar jam 05, Kang Aman yang berpropesi sebagai supir odong odong (istilah disini untuk kendaraan umun angkutan pedesaan plat hitam) berangkat dari rumahnya untuk mulai beraktifitas. Saat sampai di mulut gang, Kang Aman  melihat ke arah bangku panjang tempat dia duduk saat menunggu mobil umum untuk mengambil mobil batanganya di Desa tetangga. Bangku panjang itu letaknya di sebrang jalan di depan sebuah warung sebelah penggilingan padi.

Masih menurut Kang Aman. Pagi itu di bangku panjang itu sudah ada yang duduk bukan orang tapi pocong, wajahnya menghadap ke jalan. Sampai disini saya potong dulu, ingin menegaskan, benarkah apa yang Kang Aman lihat itu, pocong ?

Kang Amanpun menjawab, benar yang duduk di bangku panjang itu adalah pocong.

Kang Aman sadar, sesadar sadarnya dan yakin yang duduk di bangku panjang itu adalah pocong, tapi Kang Aman tetap melangkah menuju bangku panjang itu dan duduk bersebelahan dengan pocong. Saya bertanya apakah gak takut ? Dia merasa gak takut alasanya karena saat itu sudah jam 5 pagi jadi kenapa harus takut, katanya.

Lama juga Kang Aman bersebelahan dengan pocong itu tanpa ada yang bicara, Kang Aman diam, Pocongpun diam. Menurut Kang Aman baunya ini yang gak tahan, bikin enek.

Dalam posisi Kang Aman yang masih bersebelahan dengan pocong, dari arah bawah datang mobil angkutan, sopirnya masih temenya kang Aman, sinar lampunya tepat mengarah ke Kang Aman dan pocong itu. Temenya ini bukanya menghentikan mobilnya malah terus melaju sambil terus bunyikan klakson.

Hitungan belasan menitlah, mobil temenya ini balik lagi, kali ini berhenti di depan dia dan pocong itu. Sopir yang temen Kang Aman itu tau dan melihat yang duduk berduaan dengan kang Aman itu adalah pocong. Sambil bukain pintu depan mobil, temenya ini bertkata “Man pan,,,,, pan,,, I,,I,,,tumah Pocooonng” sambil nunjuk ke arah pocong yang di tinggalkan sendiri. “Iya emang pocong, bau ih” jawab kang Aman.

Saat Kang Aman naik ke mobil, pocong itu masih tetap duduk, berbarengan dengan itu dari arah bawah datang sepeda motor. Sorot lampunya kembali menyorot ke pocong itu. setelah sepeda motor itu berlalu barulah pocong itu menghilang.

Pagi harinya tersiarlah kabar tentang pocong kesiangan ini, begitu santer dan seperti biasa yang namanya kabar kadang di lebih lebihkan.

Satu hal yang saya garis bawahi tentang kabar ini, benar dan tidaknya, hanya Kang Aman dan Tuhanlah yang tahu.

Seandainya cerita ini benar, saya salut sama Kang Aman yang berani, saya yakin gak semua orang akan seberani itu ?

About these ads

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

28 Responses to penampakan pocong

  1. Ni Made Sri Andani mengatakan:

    berani amat Kang Aman itu ya Kang… mungkin karena namanya Aman,jadi walaupun duduk di sebelah pocong, beliau selalu merasa aman he he..

  2. Idah Ceris mengatakan:

    Ya ampuuun, itu Si Akang serasa duduk dengan Dewi Persik kali, ya. Nyaman. :) Koq biasa2 saja ya, Mas. Kalau beneran, salut deh. ..

  3. Blogger Gagal mengatakan:

    wah pemberani amat tuh si akang

    Salam blogger gagal

  4. arip mengatakan:

    Kudu na mah ajak poto bareng tah. Salut lah ni wanteran kitu nya.

  5. Zico Alviandri mengatakan:

    Wuiih.. saluuutt ada orang seperti itu :D

  6. nengwie mengatakan:

    Jadi eta Pocong teh pendiam nya :D
    Euuuuuh kuwanian kitu nya Kang, hebat pisan, teu katingal kitu rarayna Kang?

    • kangyan mengatakan:

      sapertosnamah kitu Neng,,,,
      ngabayangkeun pami eta pocong ngareret bari senyum, hadeuuhhh rek kumaha eta kang Aman hehe….

      saurnamah serem ningal rarayna….

  7. Erit07 mengatakan:

    Kang aman aman2 saja dekat pocong,haha…

  8. duniaely mengatakan:

    cuma bisa membayangkan nih Kang , kalau benar adanya pasti serem ya

  9. capung2 mengatakan:

    p amman knp gag nanyain tuh pocong ya gan, “mo kmn neng, yuuk ikut ama abang ngenekkin odong2!” :lol: #pis

  10. cumakatakata mengatakan:

    wah hebat ya A’…

    sebangku sama pocong gituloh…

    benar A’ berita apapun bagus didengar langsung sama narasumbernya… :)

  11. jayireng mengatakan:

    Buset berani banget itu orang yah :|
    *bingung

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: