puisi sedih anak rantau

Puisi sedih anak rantau

Dengan linang air mata

Ku susun kata

Dalam balutan sedih

Ku tulis bait demi bait

Tentang rasa ini

Tentang sedih ini

Tentang salah ini

Tentang dosa ini

Aku tau aku salah, berdosa

Tlah membuat ibu sedih

Akupun tau ibu kan tetap tersenyum

Walau sedih, takan pernah engkau murung

Ibu anakmu tak bisa pulang lebaran tahun ini

Untuk bersimpuh memohon maafmu

Untuk bersyujud menghiba doamu

Di hari nan fitri

Aku tau…. Ibu

Tak cukup secarik kertas

Tuk tuliskan permintaan maaf ini

Tak layak hanya goresan pena

Tuk coretkan permohonan ampun ini

Namun apalah dayaku

Kini terpenjara jarak

Tersekat ruang luas

Terhalang bentangan cakrawala

Ibu…

Maklumilah anakmu ini

Ampunilah anakmu ini

Doakanlah anakmu ini

Maaf dan doamu

Itu yang ku pinta

Itu yang ku damba

lewepast130812

sumber gambar klik gambar
About these ads

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

45 Responses to puisi sedih anak rantau

  1. kamsinah mengatakan:

    q suka..sedih yaa…:'(

  2. ar_rahmi mengatakan:

    ngarep bumi kayak peta, bisa dilipet biar jaraknya deket :D

  3. Ping-balik: puisi sedih anak rantau « jundewa's Blog

  4. Ni Made Sri Andani mengatakan:

    Nggak pulang ya Kang? ya..mudah-mudahan segera diberi kesempatan yang baik untuk pulang..

  5. Mr.o2n° mengatakan:

    Saya juga pernah merasakan rantu di kampung orang,lebaran juga ppernah yah,memang ada yang terasa kurang kaau merayakn nya di halaman orang,tapi mau bagaimana lagi itu sudah resiko yang harus kita terima sebagai anak rantau :D

  6. Senjakala Adirata mengatakan:

    saya pernah dua lebaran di rantau. tapi saat itulah sebenarnya saya bisa merasakan rindu yang serindu-rindunya dan sesal-sesesalnya

  7. izzawa mengatakan:

    sabar ya mas…mudah2n tahun depan bisa pulang…. :-)
    tapi untuk pulang nggak mesti nunggu lebran to…

  8. Mila mengatakan:

    saya juga pernah merasakan jadi anak rantau, huu … memang merasa menderita :(

    sabarrrrr

  9. naniknara mengatakan:

    ah jadi ikut sedih nih.
    Huaaaaaa jadi pengen mudik

  10. yisha mengatakan:

    ngga mudik ya ka? jadi, kaka merantau ya ka? istri jga, ya ka? :???:

  11. Hijihawu mengatakan:

    Semangat Kang.. Insya Allah sanes waktos tiasa ngempel sareng kulawargi sadayana..

  12. joe abangirengku mengatakan:

    iya mas aku sebenarnya juga sedih banget ngGk mudik tahun ini….

  13. Ely Meyer mengatakan:

    sama, aku juga nggak bisa mudik tapi nggak masalah juga

  14. cumakatakata mengatakan:

    kita sama A’…
    sama-sama gak mudik dan itu artinya gak ketemu beliau….

  15. Evi mengatakan:

    Ah ibunya pasti nangis bombay kalau baca puisi ini Kang..

  16. Idah Ceris mengatakan:

    Lho, emang mas kuya dimana sekarang?

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: