ketakutan itu terus menghantui

Ketakutan itu terus menghantui

Sore Jumat kemarin….

Dengan berbekal doa dan restu istri tercinta seperti biasa berangaktlah menjalani rutinitas Mingguang untuk menikmati sensasi tarikan ikan mas di pemancingan. Tak ada hal yang istimewa semua wajar dan normal, berjalan mengikuti tatib yang berlaku, sampai usai lomba masih seperti biasa bercanda, saling ejek antar sesama mania penuh keceriaan.

Tapi,,,,, mendadak langit berubah gelap bergulung awan hitam, kilatan petir menyambar di ikuti gemuruhnya guntur menggelegar memecah langit ,angin berhembus kencang dari arah timur, hujanpun turun seketika walau tidak begitu deras.

Saat petir menyambar di ikuti gelegar halilintar, semua mania sangat kaget, lantas latah semua berdzikir, beristigfar memuji ke AgungNya. Terlebih saya yang merasa trauma akan petir, kontan badan gemetar jantung berdetak lebih kencang, bayangan waktu itu muncul kembali. Serta dalam hati tak henti hentinya berdzikir, berdoa minta keselamatan.

Entahlah ketakutan akan petir akan sampai kapan menghantui. Kalau hujan di sertai gemuruh Guntur selalu saja merasa tidak aman walaupun berada di ruangan sekalipun, terlebih di alam yang terbuka. Dan walaupun banyak orang di sekitar tetap saja ketakutan itu tak bisa hilang.

Begitu juga kemarin, karena saking takutnya memutuskan untuk pulang walau di guyur hujan yang mulai deras dan semakin deras saat c Jupy di pacu di jalanan. Dalam hati terus berdzikir serta berharap segera sampai di rumah. Tak hiraukan badan basah kuyup, uang sisa dan dompet lepet basahpun di acuhkan, serta sebungkus cigarette basahpun masa bodoh. Hanya HP jadul yang sedikit di perhatikan dengan memasukanya ke platik pe 10 x 25 kemudian di ikat kencang. Laju c Jupy tidak berani di pacu lebih kencang lagi karena banyaknya genangan air dan derasnya terpaan air hujan ke wajah yang tanpa helm. Perasaan sangat lama untuk cepat sampai di rumah.

Sesampainya di rumah segeralah membunyikan klakson, tiiiddd tiiidddd. Tak lama Istri yang maklum akan keadaan segera membukakan pintu dengan handuk di tangan lantas menutup pintu kembali.

Lagi saya tak hirau pakaian yang basah,  menerobos masuk lewati ruang tamu, ruang keluarga dan ruang makan tujuan langsung ke kamar mandi.

Beres mandi, berpakaian kemudian nyungsep di kamar anak yang letaknya di tengah, tidak di kamar saya, alasanya karena kamar saya jendelanya menghadap halaman terbuka. Dengan wajah di tutup bantal berguman lirih mengucapkan syukur Alhamdulillah saya selamat dan bisa sampai di rumah tapi jantung masih tetap saja sport… Masih dag dig dug.

Nb : semua keluarga maklum akan hal ini dan temen mancingpun juga sama maklum akan hal ini. Walau tak jarang jadi bahan olokan mereka, rasa takut ini. Tapi takut ya tetap saja takut.

Kawan/Sahabat/Teman adakah di antara Anda yang punya solusi mengatasi masalah rasa takut akan petir ini ?

Dan adakah sesuatu yang anda takutkan garis miring dan atau trauma terhadap sesuatu ?

sekian dan….

Wasallam.

About these ads

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

57 Responses to ketakutan itu terus menghantui

  1. anislotus mengatakan:

    ini termasuk phobia kan mas?
    klo phobia sy nggak punya saran apa2… hehe
    soalnya saya jg blom bisa mengatasi phobia saya sm yang namanya ulat dan gelap >,<

  2. zasseka mengatakan:

    dulu sewaktu kecil, saya juga takut dengan petir, tapi (alm) mbah putri bilang, suruh baca: “Bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi”, di ikuti: “Guandrik, kulo putrane Ki Ageng Selo.(petir, saya anak dari ki ageng Selo)”
    Menurut cerita (alm) mbah putri, dulu ki ageng Selo, pernah menangkap petir. Makanya mbah menyuruh saya bilang begitu, supaya terlindung dari petir, dan jangan lupa lafal Basmallah terlebih dahulu, karena tidak ada yang lebih besar kuasanya, selain Allah itu sendiri… Dan Alhamdulillah, sampai sekarang saya sudah tidak takut lagi…

    Dari cerita diatas, saya mendapat kesimpulan, bahwa asal kita percaya, pada Tuhan, dan percaya diri, maka dimungkikan kita jadi berani menghadapi apapun.

    Salam…

    • uyayan mengatakan:

      terima kasih gan…. saya akan mencoba membacanya nanti…

      iya gan saya juga percaya dan yakin kalau Tuhan berkehendak tidak ada seorangpun yg bisa menghalangi.. tapi entahlah setiap kali langit mendung, bergulung awan hitam, bayangan waktu kejadian itu terbayang lagi…

      • zasseka mengatakan:

        Ah… itu kan pengalaman saya…
        Yang saya percaya, Tuhan adalah segalanya.
        Dan dengan bacaan itu menunjukan, bahwa sebenarnya kita (manusia) lebih dari apapun jika kita INGAT TUHAN Yang Khalik.. pencipta Alam Raya ini…
        Jadi percayalah, selama kita tidak menentang kehendakNya, kita pasti selamat…
        kalo orang jawa bilang, “eling Gusti”

  3. Popi ... mengatakan:

    petir memang menakutkan. Tidak hanya bunyinya, efek kesambernya pun masya alloh..sapa pula yg berani lawan?
    Wajar saja kok!

  4. cumakatakata mengatakan:

    sebelumnya ada pengalaman menakutkan gan???

    waaah say belum ada solusinya gan saya bantu doa aja yaa gan….

  5. joe abangirengku mengatakan:

    wah kalau aku paling takut sama ular mas. .baru denger aja udah merinding hiiiiii…

  6. Ni Made Sri Andani mengatakan:

    Punya pengalaman buruk sebelumnya tentang petir ya? Kata orang kalau kita takut akan sesuatu,kita perlu belajar menghadapinya setahap demi setahap Kang?

    kalau saya takut akan kegelapan.. Kalau listrik mati dan nggak bisa lihat apa-apa,tiba tiba rasanya seperti sesak nafas..

    • uyayan mengatakan:

      iya made, sepertinya begitu…. tapi dalam prakteknya susah hehe.. keburu takut apalagi kalau ada yg menakut nakuti waduhhh pingin ngambek rasanya…

      oh made juga punya yang paling di takuti ya…

  7. Djolbi mengatakan:

    Disini daerah saya (depok) jg petirnya serem2, sampe bs robohin pohon stiap hujan.. Itu jg baru sminggu yg lalu pohon jinjing (pohon bwt kertas) roboh.
    Kalo ada petir diruma saja dn berdoa deh :)

    • uyayan mengatakan:

      hehe iya gan sama… maklum sama sama bogor (kota seribu petir).

      persis gan malah kalo saya nyungsep di bawah bantal sambil terus berdizkir… hehe

  8. onesetia82 mengatakan:

    Banyak berdoa gan semoga tidak akan terjadi apa-apa … ? :)

  9. Opick mengatakan:

    Kalau saya takutnya kambuh jika mimpi di ganggu mahluk halus, tdk cuma mimpi pada waktu tidur dimalam hari saja, tapi tidur kapanpun sering mimpi jelek :(

  10. Hijihawu mengatakan:

    Hapunten, supados langkung tenang, upami aya petir, mangga diaos QS. Ar Rad (13:13).

  11. Ely Meyer mengatakan:

    wah mas, aku juga takut akan petir, cara terbaik ya menghindarinya, masuk rumah berkumpul dgn keluarga , Insya Allah rasa takutnya hilang deh

  12. yisha mengatakan:

    enjoy aja…..,nikmati takutmuuuuuuuuuuu……… #solusialayishaplak! :lol:

  13. bensdoing mengatakan:

    trauma ama petir yach gan…
    btw itu ukuran plastiknya 10×25….berarti ukuran seperempat kyknya nich

  14. Evi mengatakan:

    Apa sih penyebabnya Kang kok trauma dengan petir?

    • uyayan mengatakan:

      gini bu,
      saat itu sedang mancing, terus turun hujan di sertai petir pula. nah ceritanya saya berlindung ke warung yg ada, jongkok dan bersender ke bilik warung dalam keadaan baju yg agak basah. saya tidak menyadari di atas tempat saya jongkok ternyata pusat sambungan kabel listrik… tiga kali sambaran petir yg sangat dekat. petir ke 1 & 2 aman, tapi yg ke 3 rupanya menyambar stok kontak di tiang saung pemancingan, kemudian menjalar ngikuti kabel dan kebetulan saya ada di bawahnya, jadi saya merasakan tersengat listrik yg entah berapa watt.. saat itu hilang kesadaran dan badanpun kaku bebrapa detik..

      sejak saat itulah saya sangat merasa takut akan petir…

  15. jayireng mengatakan:

    Cerita yah Kang?

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: