reog sunda

Reog sunda

Reog Sunda adalah kesenian tradisional urang Sunda, di lembur kuring kampung saya nyebutna dodog . Serta tak hanya dogdog saja alat music tradisional yang di miliki oleh kampung saya dulu ada juga calung, angklung dan gendang pencak. Saya sendiri dulu suka juga ikut ikutan memainkan hampir semua alat music tradisional yang ada tapi, ada tapinya tak mau kalau di suruh atau di ajak pentas hehe.

gambar : http://purwa-cibatu.blogspot.com

Pentas kesenian tradisional kalau dulu suka di adakan saat merayakan hari kemerdekaan RI, entahlah sekarang budaya itu masih ada atau sudah tidak. Saya kurang tahu maklum sekarang sudah tidak tinggal lagi di kampung halaman tercinta.

Reog Sunda merupakan perpaduan antara music, tari dan kritik. Alat musicnya di sebut dogdog di mainkan dengan cara di tabuh di iringi tarian yang lucu dan lawakan yang kocak.

Kesenian reog di mainkan oleh empat orang satu dalang satu wakil dan dua pembantu. Dalanglah yang mengendalikan permainan. Wakil sebagai penengah dan biasanya pembantulah yang suka ngabojeg melawak dengan tingkah atau nyanyian yang mengundang gelak tawa penonton.

Dodog yang di mainkan dalang berukuran kecil, wakil sedang, pembantu satu besar dan pembantu satu lagi paling besar. Nah ini yang memainkan dogdog paling besarlah yang banyak bertingkah lucu. Yang bisa menbuat penonton tertawa terpingkal pingkal.

Kesenian reog Sunda punya suara/bunyi yang kalau boleh saya katakan ke-khas-an yaitu “tiling ting tit ting ting ting dor”. Yang di hasilkan dari hasil tabuhan dogdog pa dalang kemudian di sambung dengan suara tabuhan dogdog wakil dan para pembantu. Pak dalang jugalah biasanya yang suka ngahaleuang bernyanyi tapi kadang juga wakil dan para pembantu juga suka.

Pernahkah anda memainkan alat music yang satu ini..?

gambar : http://purwa-cibatu.blogspot.com
About these ads

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

16 Responses to reog sunda

  1. ciburuan mengatakan:

    nyanggakeun salam pangwanoh ti urang lembur di pasisian Sumedang

  2. anislotus mengatakan:

    aq suka banget hal-hal kaya gini…^^

    • uyayan mengatakan:

      oh ya…??

      suka yang tradisional ya Nenk An ??

      bagus,,, bagus,,, anak muda masih mencintai seni dan budaya tradisional,,
      moga saja tetap lestari seni dan budayanya…

  3. bensdoing mengatakan:

    ijin nyalip ya gan… :D
    reog sunda biasanya mmg “ngebodor”-nya…..
    sanes kitu gan…… :D

  4. chuckybugiskha mengatakan:

    Budayakan musik sunda gan…
    Jangan sampai di telan perubahan zaman..

  5. jayireng mengatakan:

    hehe iy gtu lah resiko jdi seorang satpam pabrik kang kudu nurut pimpinan

    masih ngambek kang aplikasinya tau kenapa

  6. jayireng mengatakan:

    mantep lah memang kasenian tradisional has sundah mah mantep- mantep enya kang hampura kakara bisa hadir yeuh, dawam kesibukan pagawean anu nungtut.

    • uyayan mengatakan:

      ya betul gan… hehe semua kesenian tradisional punya nilai leihnya..
      ju sibuk wae yeuh… wilujeng sibuk we…

      aplikasi wordmobinya udah sembuh belum gan hehe ???

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: