pemulung dan sampah

pemulung dan sampah

Pernahkah kita memperhatikan seorang pemulung? Apa yang ada di benak kita, mungkin yang ada di benak kita pemulung itu identik dengan kotor dan bau..Ya secara fisik gambaran seperti itu tidak salah, maklum pekerjaan mereka bergelut dengan sampah jadi wajar saja..Pernahkah kita bertanya kepada mereka “mengapa mau jadi pemulung? Cita citakah ?”.

Saya pernah menanyakanya kepada seorang pemulung yang suka lewat di depan tempat saya kerja.. Jawaban dari pertanyaan pertama “Karena hanya ini yang bisa saya lakukan, sebenarnya saya sendiri kadang merasa malu.. Mulung mungkin di anggap pekerjaan hina oleh kalian, saya bisa lihat dari tatapan mata kalian saat melihat saya “. Kata dia.. Jawaban dari pertanyaan yang kedua “Tentu pekerjaan ini bukanlah cita cita, pekerjaan ini sangat beresiko terhadap kesehatan.. Saya melakukan pekerjaan ini dengan keterpaksaan karena saya tidak punya modal, tidak punya keahlian. Dan semua ini saya lakukan demi untuk menyambung hidup kami”. Jawaban yang masuk akal sekaligus sindiran bagi kita dan bagipemerintah yang belum bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang luas bagi mereka  yang terkendala dengan keterbatasan modal dan keahlian..

Hampir setiap hari saya melihat pasangan suami istri pemulung ini lewat di depan tempat saya kerja. Pagi hari mereka lewat membawa gerobak dengan ukuran kira kira panjang 1.2m lebar 0.7m dan tinggi 0,7m dalam keadaan kosong. Siang harinya gerobak yang mereka bawa sudah penuh dengan tumpukan sampah yang masih bisa di jual seperti sampah plastic, kardus, katon dll. Entah berapa gerobak dalam sehari mereka bisa mengumpulkan sampah, saya tidak pernah menanyakanya.. Mungkin lebih dari 2 atau 3 gerobak karena mereka masih melakukan pekerjaanya sampai malam hari..Itu baru satu pemulung sedangkan pemulung bukan hanya dia jadi sangat banyak sampah yang mereka kumpulkan..

Pernahkah kita melihat sisi lain dari pekerjaan yang mereka lakukan ? Menurut saya mereka sudah dengan nyata ikut membantu mengurangi pencemaran lingkungan.. Disadari dan tidak di dasari pekerjaan mereka itu ikut mengurangi beban pekerjaan orang lain.. Seperti kita sendiri, para pekerja kebersihan dan Pemerintah.. Mereka juga ikut memperlambat menumpuknya sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA),yang sampai sekarang pemerintah belum bisa secara maksimal menanggulangi masalah sampah ini..

Memang benar adanya mereka mau melakukanya semata mengejar materi ,itu tidak bisa di pungkiri.. Tapi kita juga harus jujur mengakui bahwa mereka sangat berjasa ikut menjaga kebersihan lingkungan dan meminimalkan sampah..

Bagaimana dengan anda, sudahkah ikut andil dalam menjaga kebersihan lingkungan ? Semoga saja sudah…Hal yang paling sederhana adalah membuang sampah pada tempatnya..Kalau di rumah sendiri kita bisa menyediakan tempat sampah tapi tak jarang kalau kita sedang berada di tempat umum tak selamanya kita menemukan tempat sampah.. Benar ngak…?? Contoh di Pasar Tradisional selalu tersediakah tong sampah yang di sebar sebagai tempat pembuangan sementara, sebelum di ambil oleh para pekerja kebersihan ?

Menurut saya ketersedian tong sampah di tempat umum itu perlu, karena kita sadar dampak buruknya membuang sampah sembarangan itu akan menimbulkan banyak masalah .. Tapi tak jarang karena tidak tersedianya tong sampah kita terpaksa membuang sampah sembarangan.. Pertanyaanya siapakah yang harus menyediakan tong sampah di tempat umum, pedagang, pengelola atau Pemerintah ??

Marilah kita membiasakan diri dari hal yang sederhana yang bisa kita lakukan untuk menjaga kelestarian alam ini.. Karena tidak bisa kita mengandalkanya hanya kepada orang lain.. Menjaga kelestarian alam tanggung jawab bersama demi anak cucu kita di kemudian hari..

Maaf tidak bermaksud untuk menggurui, hanya sekedar mengingatkan.

sumber gambar : http://www.belantaraindonesia.org

Perihal kangyan
hanya seorang awam yang suka menulis sebelum tidur... menulis tentang apa saja, dari yang di dengar, di lihat dan di rasakan... bentuk tulisan sekedar ekspresi pemberontakan yang hanya tersalur lewat tulisan...

18 Responses to pemulung dan sampah

  1. Ni Made Sri Andani mengatakan:

    - Sebenarnya Pemulung itu pahlawan tanpa jasa ya ..

    - bener banget ya.. terkadang memang sulit menemukan tong sampah di area umum.. sehingga orang punya alasan untuk membuang sampah sembarangan.

    • uyayan mengatakan:

      setuju Made…

      ya itulah kurangnya kesadaran dari semua pihak, coba seandainya ada tong sampah di setiap t4 umum mungkin orang takan membuang sampah sembarangan apalagi kalau di tempat itu cukup bersih.. pastilah orang akan merasa malu kalau mau sembarangan buang sampah… benar ga Made ??

  2. Ely Meyer mengatakan:

    kalau melihat foto fotonya sih sedih juga ya, penanganan sampah di negeri kita masih belum optimal, sampah dicampur jadi satu nggak dipilah pilah, kasihan juga pemulungnya ya

    • uyayan mengatakan:

      menurut saya jauh dari optimal mbak ….
      masih banyak yang kurang peduli akan lingkungan…
      gambar yang kedua di ambil di sudut pasar yang sebetulnya bukan tempat membuang sampah…

  3. imsfly mengatakan:

    aku mulung emas di sekolah :) maksudny pelajaran gitu,

  4. Mila mengatakan:

    setiap pekerjaan yang halal itu mulia……pemulung kan juga manusia :)

  5. yisha mengatakan:

    kadang kadang aku mulung…

  6. Adi Nugroho mengatakan:

    jadi ingat berita yg pemulung indonesia masuk tv inggris..

  7. Hijihawu mengatakan:

    Mengumpulkan barang bekas lalu dijual kembali jauh lebih mulia dan halal daripada korupsi. Memang sie Kng, di kota trkadang sulit mencari tong sampah, untuk sementara, saya kira bisa kita masukkan dulu ke dalam tas.

    • uyayan mengatakan:

      bener banget Teh ,,sangat setuju…
      ya betitulah Teh…padahal di lapangan sebagai pedagang baik itu toko atau kaki lima pasti di pungutin retribusi kebersihan, kalau di hitung perharinya jumlahnya besar …
      bisa saja Teh untuk sampah yang kering tapi kalau sampahnya berair waduh repot juga tuh hehe…

  8. Tina Latief mengatakan:

    tanpa pemulung mungkin sampah di kota besar akan menumpuk lebih tinggi, lalu pabrik plastik bisa colapse karena tidak ada daur ulang..

  9. elfarizi mengatakan:

    Insya Allah untuk sehari-hari, saya sudah membiasakan buang sempah pada tempatnya. Hanya saja, di tempat saya yang masih jadi kendala adalah tempat pembuangan sampah umum … jadi masyarakat masih membuang sampah di pinggir jalan protokol … wiii ampun dah! Pemerintah setempat juga kurang peka …

    Masalah pemulung, kehadiran mereka cukup membantu, palagi mengurai sampah plastik seperti bekas botol dan gelas air mineral. Hidup pemulung dah! :D

    • uyayan mengatakan:

      alhamdulillah gan…tularkan terus kebiasaan baik ini sama tetangga… sama gan di tempat saya juga gak ada tempat pembuangan sampah umum, alternatifnya sampah saya bakar…begitulah gan terlalu sibuk ngurusin kepentinganya hehehe

      ya setuju gan…

yang sudah baca di tunggu komenya,,,,,, terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: